ANALISIS Strategi (Brasil): Luiz Felipe Scolari - Mencari Formula Tanpa Neymar

Luiz Felipe Scolari menghadapi tantangan besar setelah skuat Brasil kehilangan sosok Neymar, strategi apa yang akan ia terapkan untuk menghadapi Jerman nanti?

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter
Absennya Neymar di babak semi-final menghadapi tim nasional Jerman tentu akan memberi banyak perbedaan dalam lini serang tim nasional Brasil nanti, mengingat begitu besarnya peran bintang Barcelona itu dalam lima pertandingan terakhir di Piala Dunia 2014.
Sebelumnya, Scolari selalu menggunakan formasi 4-2-3-1, di mana Fred menjadi ujung tombak yang selalu ditopang oleh Neymar di belakangnya, dan Hulk plus Oscar lebih melebar.
Tanpa kehadiran Neymar, Brasil wajib mencari 'nomor sepuluh' yang baru jika ingin tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1 seperti biasa. Pemain yang ada di bangku cadangan yang mampu menggantikan peran tersebut adalah Willian dan Bernard.
Willian berpeluang lebih besar untuk menggantikan posisi itu, mempertimbangkan ia lebih berpengalaman dalam level sepakbola yang tinggi bersama Chelsea di Liga Primer Inggris.
Namun, meski demikian peluang Bernard untuk dipercaya Luiz Felipe Scolari juga tidak terlalu kecil. Ia memang hanya bermain untuk tim Ukraina, Shakhtar Donetsk, dan hanya bermain sebanyak 27 kali (Willian bermain 42 kali bersama The Blues), namun Bernard dinilai lebih unggul dalam atribut menyerang daripada Willian yang memiliki atribut bertahan cukup bagus, karena untuk mencari pengganti Neymar, faktor bertahan tentu kurang diperlukan.
Selain itu, pertandingan menghadapi Jerman nanti akan digelar di Belo Horizonte, dan Bernard adalah pemain yang lahir dan dibesarkan di sana. Faktor motivasi berlipat mungkin juga akan menjadi salah satu pertimbangan Scolari.Selain kedua pemain itu, satu nama yang patut dipertimbangkan adalah Oscar. Gelandang Chelsea itu 'dipaksa' untuk bermain melebar demi memberikan ruang kepada Neymar untuk menjelajah, dan dengan absennya pemain Barcelona itu, Oscar bisa kembali sepenuhnya memiliki kebebasan untuk berekspresi sesuai kemampuannya yang mampu turun mengambil bola atau menusuk pertahanan lawan melalui tengah dan juga menyisir di sisi lapangan.
Terlebih lagi, Oscar lebih piawai dalam menciptakan gol daripada kedua pemain lainnya. Apabila demikian, maka posisi sayap yang akan menjadi kosong dan Willian kembali menjadi pemain yang paling cocok untuk mengisinya, karena atribut bertahan juga diperlukan untuk mengantisipasi agresifnya bek sayap Der Panser. Dua opsi lain adalah Bernard dan Ramires, yang juga memiliki atribut bertahan yang bagus.
Scolari juga bisa menerapkan formasi berbeda dengan 4-3-3 di pertandingan nanti, menyusul performa impresif Paulinho dan Fernandinho sebagai duet gelandang saat laga menghadapi Kolombia di babak perempat-final. Dengan kembalinya Luis Gustavo yang absen karena akumulasi kartu kuning, Brasil bisa menggunakan tiga gelandang di pertandingan melawan Jerman. Opsi lain untuk salah satu dari tiga gelandang itu adalah Hernanes.Penggunaan formasi tersebut tentu memberi pengaruh di lini depan, dengan dua pemain sayap Oscar dan Hulk lebih didorong ke depan untuk menemani striker tengah.
Namun, dengan demikian, Scolari kemungkinan juga akan mencadangkan Fred yang selalu menjadi starter di lima laga sebelumnya. Sosok Fred selalu terbantu dengan adanya Neymar di belakang dia, dan ketika peran itu ditiadakan, maka Brasil membutuhkan striker yang lebih banyak bergerak, dan opsi itu bisa dijatuhkan pada Jo.Scolari juga bisa menerapkan formasi 4-3-3 yang fleksibel untuk berubah menjadi 4-3-1-2 dengan memasang Ramires sebagai salah satu dari tiga gelandang tengah, mengingat pemain Chelsea tersebut juga memiliki kemampuan untuk dimajukan sebagai sayap kanan, apabila diperlukan.Sementara itu, kapten Brasil Thiago Silva juga dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning di babak semi-final, tetapi hal tersebut tidak akan memberi pengaruh pada formasi yang akan dipakai oleh Scolari, karena Henrique dan Dante siap untuk menggantikan posisinya di jantung pertahanan.Dante diyakini lebih berpeluang untuk diturunkan karena pengalamannya bersama Bayern Munich diharapkan bisa membantu ketika berhadapan dengan Jerman, yang juga banyak dihuni rekan-rekan satu timnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics