ANALISIS Transfer Milan: Untung Rugi Dapatkan Alessio Cerci

Pantaskah Anda berharap banyak pada Cerci memberikan pengaruh besar di skuat Milan musim ini?

OLEH MOHAMMAD YANUAR

Di permukaan, Milan mungkin telah melakukan aktivitas transfer yang bagus dengan mendatangkan Alessio Cerci dari Atletico Madrid.

Cerci, playmaker terbaik Serie A Italia musim lalu, bergabung ke Milan dalam bentuk kesepakatan barter untuk Fernando Torres, striker mandul yang kembali ke klub lamanya.

Untuk mendapatkan Cerci, Milan tak mengeluarkan sepeser pun uang mereka. Meski begitu, Milan juga tak bisa dikatakan melakukan penghematan yang cukup signifikan.

Kesepakatan barter pemain dengan Atletico Madrid lewat perjanjian peminjaman pemain berarti Milan harus tetap membayar gaji Torres, pun demikian dengan Atletico terkait kewajiban pada Cerci. Hanya saja, uang yang dikeluarkan Milan jauh lebih besar ketimbang Atletico untuk membayar gaji pemain mereka itu. Milan nyaris menghabiskan dua juta euro lebih besar untuk Torres ketimbang Cerci.

Tapi masih ada sisi positif yang bisa diambil. Milan berhasil melakukan regenerasi pemain dengan melepas pemain yang mulai dimakan usia dengan pemain yang masih masuk dalam masa produktif. Selain itu, Milan juga akan bisa meminjam Cerci dalam 18 bulan ke depan tanpa biaya tambahan. Mereka terhindar membayar uang transfer buat Torres dan terhindar membayar 15 juta euro yang sudah dihabiskan Atletico buat Cerci.

Namun ada imbas tersendiri terkait hal ini. Milan tak memiliki opsi pertama untuk memiliki Cerci secara permanen. Atletico memiliki hak sepenuhnya menjual Cerci jika memang ada tawaran datang untuknya di musim panas mendatang.

Masa peminjaman Cerci juga berakhir pada 2016, dan untuk mendapatkannya, Milan harus melakukan negosiasi ulang dengan Atletico.

Selain itu, kesepakatan bisa saja terjadi lewat proses yang rumit karena hak jual Cerci tak hanya dimiliki Atletico, tapi juga perusahaan pembiayaan dari Qatar, yang memiliki setengah dari 'saham kepemilikan' Cerci.

Milan juga masih harus bersusah payah jika ingin mendapatkan Cerci secara permanen. Masa depannya, dan juga nilai transfer, sangat ditentukan oleh banyak variabel. Jika dia bermain bagus, nilai transfernya akan naik. Jika tidak, apakah Milan mau terus mempertahankannya?

Tapi kemudian, terlepas dari ruwetnya kemungkinan mendapatkan Cerci secara permanen di musim berikutnya, yang jadi pertanyaan adalah apakah pemain ini bisa diandalkan mengangkat performa tim di paruh kedua Serie A Italia musim ini.

Melihat karakter yang dimiliki Cerci, dia bukanlah pengganti Torres. Pemain Spanyol itu berposisi sebagai striker, sementara Cerci lebih beroperasi di sektor tengah, setidaknya di musim lalu. Padahal di sektor gelandang dan pemain sayap, Filippo Inzaghi sudah memiliki banyak opsi. Tidak demikian di lini depan.

Dengan hengkangnya Torres, Milan praktis hanya memiliki Stephan El Shaarawy dan Giampaolo Pazzini sebagai tukang gedor utama jala lawan, sementara Jeremy Menez lebih berfungsi sebagai false nine. Menempatkan Cerci di lini depan tentunya bukan opsi yang tepat, padahal di lini itulah Milan butuh perbaikan cepat.

Tapi Cerci bukannya tak menawarkan opsi apa pun. Dengan hengkangnya Keisuke Honda sepanjang Januari untuk membela Jepang di Piala Asia 2015 di Australia, Cerci bisa menjadi alternatif yang bagus mengisi kekosongan.

Namun saat Honda kembali ke tim, situasinya bisa menjadi lebih rumit. Dengan Giacomo Bonaventura juga sedang on fire, pun mulai menyatunya Riccardo Montolivo dengan tim, melibatkan Cerci bisa menimbulkan masalah tersendiri. Inzaghi akan mendapatkan tantangan ekstra di paruh musim ini.

Walau demikian, masih ada jalan keluar yang bisa diambil. Inzaghi bisa saja mengubah formasi skuatnya dengan mengakomodasi kekuatan lini tengah yang dimiliki Milan dengan memainkan lima gelandang dan satu penyerang dengan tetap mengandalkan empat pemain belakang.

Well, kita tunggu saja bagaimana kontribusi Cerci.