ANALISIS TRANSFER: Siapa Lagi FC Internazionale?

Setelah Lukas Podolski, siapa pemain yang harus didatangkan oleh FC Internazionale pada musim dingin ini?

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter
Kehadiran Roberto Mancini di FC Internazionale sebagai pengganti Walter Mazzarri memberikan harapan baru mengingat eks pemain Lazio tersebut pernah membawa La Beneamata mendominasi Serie A Italia pada 2004 hingga 2008 silam.
Namun, semuanya tidak berjalan mulus, Inter hanya meraih dua kemenangan dalam delapan pertandingan kompetitif sejak kembalinya Mancini. Perubahan sistem permainan dari tiga bek menjadi formasi empat bek, hingga masalah skuat turunan dari Mazzarri yang kurang cocok dengan sang pelatih menjadi alasan kurang maksimalnya performa Inter.
“Kini, semuanya terserah saya untuk bisa membuat seluruh skuat memahami ide saya secepatnya sehingga kami bisa merasakan kesuksesan lagi," ujar Mancini. "Memang sulit, tetapi Anda harus punya kepercayaan diri terlebih dulu. Segalanya tergantung pada kami untuk bisa melangkah jauh di Serie A maupun di Liga Europa."
Salah satu sektor yang membutuhkan perhatian khusus tentu saja lini belakang. Kedatangan Nemanja Vidic dari Manchester United di awal musim ternyata tidak menjawab persoalan, pemain asal Serbia tersebut justru tampil canggung dan sulit beradaptasi dengan permainan di Italia, hingga melahirkan blunder-blunder.
Yuto Nagatomo dan Dodo kerap tidak disiplin dalam mengawal sisi pertahanan Inter sehingga bisa dimanfaatkan oleh lawan untuk mencuri celah. Belum lagi masalah cedera yang juga memaksa Mancini memasang Hugo Campagnaro sebagai bek kanan dalam beberapa pertandingan.
Sementara itu, Andrea Ranocchia masih belum konsisten dalam menjaga performanya, dan rekannya di jantung pertahanan, Juan Jesus, meski tampil lebih baik, masih harus meningkatkan kualitas permainannya.
Namun, meski demikian, transfer Inter pada Januari ini justru lebih condong ke sektor depan. Mancini malah terang-terangan ingin memboyong gelandang sayap baru daripada fullback anyar yang mumpuni untuk pertahanan dan juga membantu serangan.
"Winger yang ofensif merupakan salah satu target kami, tapi kita lihat saja apa yang terjadi di mercato pada Januari," ujar Mancini di akhir tahun 2014.
Keinginan Mancini untuk mempertajam lini depan dikabulkan oleh manajemen, transfer pertama sukses dilakukan dengan meminjam Lukas Podolski dari Arsenal. Dan nama santer berikutnya adalah pemain yang mungkin telah diisyaratkan oleh Mancini yaitu gelandang sayap Bayern Munich, Xherdan Shaqiri.
Laga menghadapi Juventus di awal tahun 2015 memperlihatkan bahwa pemain debutan, Podolski, mampu memberi warna baru dalam serangan Inter. Namun, hal tersebut dinilai masih belum cukup dan Shaqiri diyakini akan menjadi jawaban.
"Saya tak tahu apakah kami bisa menuntaskan proses transfer (Shaqiri) dengan cepat, walau seorang pelatih selalu menginginkan hal itu," kata Mancini usai laga di Turin. "Pemain berkualitas akan selalu berguna. Lihat saja Lukas Podolski, meski tidak berada di kondisi terbaiknya, ia memberikan kami bantuan besar."
Selain Shaqiri, nama gelandang sayap lain yang mendapatkan pujian dari Mancini adalah Mohamed Salah dari Chelsea. Dan mempertimbangkan hubungan baik Jose Mourinho dengan Inter, maka peluang terwujudnya transfer tersebut tidaklah kecil jika La Beneamata melakukan langkah serius.
Nama-nama tersebut tentu tidak akan merugikan jika Inter berhasil mewujudkannya, tetapi melihat kelemahan tim saat ini, maka Mancini tidak boleh mengabaikan problem di lini belakang.
Sejauh ini, pemain bertipe bertahan yang dikaitkan dengan Inter hanya nama Lucas Leiva dan Thiago Motta, hanya saja posisi gelandang Liverpool dan Paris Saint-Germain tersebut akan bertabrakan dengan Gary Medel dan juga Yann M'Vila sehingga pembelian terhadap jasanya tidak terlalu mendesak. Meski keduanya juga akan berguna untuk memperkuat lini tengah Inter yang tampak belum memuaskan Mancini. Lalu, siapa yang bisa diboyong Inter untuk memperkuat pertahanan di Januari ini? Bila membicarakan Mancini maka juga tidak bisa lepas dari kontribusinya untuk Manchester City. Ya, pelatih asal Italia itu menjadi pelatih pertama yang mampu membawa City merengkuh gelar juara liga sejak era Liga Primer Inggris sekaligus lolos ke babak utama Liga Champions. Berada di Etihad Stadium selama empat tahun plus memberi gelar prestisius tentu membuat hubungan dia dengan mantan anak asuhnya di sana terjalin cukup harmonis. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk memboyong bek sayap Aleksandar Kolarov ke Giuseppe Meazza musim dingin ini. Kolarov sendiri adalah pemain yang diboyong Mancini ke City dari Lazio pada 2010, dan tentu pemain asal Serbia tersebut tidak akan keberatan kembali mengikuti jejak sang pelatih. Terlebih lagi ia harus bersaing dengan Pablo Zabaleta, Gael Clichy atau Bacary Sagna di City. Nama lain bisa menyasar pemain dengan kontrak yang akan habis di akhir musim, karena klub yang terkait bisa terbujuk untuk melepasnya di musim dingin ini menyusul ancaman sang pemain lepas tanpa kompensasi musim depan. Beberapa nama bek sayap terpampang di daftar seperti pemain Tottenham dan tim nasional Kamerun, Benoit Assou-Ekotto, hingga nama tenar seperti Glen Johnson dan pemain Barcelona Daniel Alves.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics