Antonio Conte: Saya Suka Tantangan!

Hanya berjarak sebulan usai berpisah dengan Juve, Antonio Conte langsung didapuk sebagai suksesor Cesare Prandelli di kursi bos Italia.

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Antonio Conte tidak mengira akan begitu cepat kembali ke dunia kepelatihan setelah meninggalkan Juventus, namun kesempatan untuk menukangi timnas Italia mustahil ditolaknya.

Hanya berjarak sekitar sebulan usai berpisah dengan Juve, yang dinakhodainya selama tiga tahun, Conte langsung didapuk sebagai suksesor Cesare Prandelli di kursi bos Italia.

Meski memandang kualitas skuat Azzurri saat ini tertinggal dibandingkan negara-negara top lain, pria 45 tahun ini malah merasa harus menerima tawaran dari presiden baru FIGC, Carlo Tavecchio, untuk membangkitkan tim karena ia pada dasarnya memang menyukai tantangan.

"Saya girang dan saya tak bisa menyangkalnya, karena pelatih mana pun akan ingin menduduki tempat saya," ungkap Conte dalam konferensi pers perkenalannya.

"Ini adalah tim nasional terpenting bersama Brasil, dengan empat bintang di emblemnya. Saya bangga dengan fakta bahwa sang presiden [Tavecchio] telah mempertimbangkan saya."

"Saya mengambil kesempatan ini untuk juga menyaluti Cesare Prandelli melakukan pekerjaan hebat selama empat tahun menjabat pelath. Saya mengucapkan semoga beruntung untuk petualangannya dengan Galatasaray. Saya juga berterima kasih kepada Arrigo Sacchi atas pekerjaannya dengan skuat junior. Pintu selalu terbuka untuknya."

"Saya tak pernah menduga akan kembali melatih setelah 35 hari. Saya semula ingin beristirahat dan berkeliling Eropa, meng-update diri saya dan meningkatkan pembelajaran saya tentang bahasa-bahasa berbeda, dan menunggu sebuah klub top Eropa."

"Kemudian datang panggilan telepon dari Italia, sebuah tim sangat top, dan setelah mengambil pertimbangan yang diperlukan, saya memahami antusiasme Tavecchia dan pada panggilan telepon kedua dia tahu bahwa dia telah menemukan jalan menuju hati saya."

"Kalian [pers] tahu saya menyukai tantangan. Saya ulangi, saya mempunyai privilese untuk berada di posisi yang ingin ditempati semua orang."

"Para pemain datang dari pengalaman yang tak positif [tereliminasi di fase grup Piala Dunia 2014], tapi kami memiliki pemain-pemain bagus yang bisa menjadi sebuah tim. Dengan begitu gap teknis dengan negara-negara lain dapat dijembatani."

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics