Apa Jadinya Jika Lapangan Sepakbola Tak Lagi Persegi Panjang?

Demi memupuk budaya sepakbola, Thailand menyulap ruang sempit di pemukiman padat menjadi lapangan sepakbola yang istimewa.

Lapangan sepakbola yang umum kita kenal selama ini berbentuk persegi panjang dengan panjang 90-120 meter dan lebar 45-90 meter. Liga Primer Inggris, La Liga Spanyol, hingga Liga Champions rata-rata menggunakan area dengan ukuran tersebut untuk menggelar laga antarklub profesional. Bentuk dan ukuran tersebut sudah dimaklumi sebagai “harga mati” untuk bermain bola.

Namun, apa jadinya jika lapangan sepakbola tidak lagi berbentuk persegi panjang?

Tentu saja dalam sepakbola profesional, lapangan yang tidak berbentuk persegi panjang akan mengundang masalah. Adapun itu tidak menghentikan para developer Thailand untuk mengerjakan proyek lapangan sepakbola yang tidak biasa [ Unusual Football Field Project ]. Pasalnya, developer-developer Thailand yang bekerja sama itu menjalankan program ini untuk kepentingan masyarakat.

Developer properti AJ Thailand dan agensi digital CJ Works membangun proyek lapangan unik ini di salah satu pemukiman kumuh nan padat Bangkok, Khlong Toei. Dua lembaga itu berusaha memaksimalkan penggunaan ruang kosong di pemukiman dan menyulapnya menjadi prasarana rekreasi bagi anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut Designboom , tujuan dari proyek ini adalah mengasah kreativitas sekaligus mempererat hubungan antarwarga pemukiman. Tidak lupa, prasarana ini dibangun agar masyarakat menjauh “pengaruh negatif” dan mampu menikmati budaya bermain sepakbola. Anak-anak pun mendapat semakin banyak tempat untuk menghabiskan masa bermain.

Tentu saja lapangan tetap dibangun sedemikian rupa agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam bertanding. Jika tidak simetris, lapangan akan dibentuk agar luas kedua belah sisi sama persis. Hebatnya lagi, lapangan ini dibentuk dari ruang tidak terpakai dalam pemukiman tersebut. Bahkan area yang tadinya digunakan untuk tempat pembuangan sampah telah menjadi ruang rekreasi publik.

Inovasi ini diprakarsai oleh pandangan bahwa sepakbola merupakan olahraga paling favorit di Thailand. Sebagaimana diketahui, Thailand merupakan salah satu negara Asia Tenggara yang sepakbolanya disegani. AJ dan CJ pun mendukung pandangan tersebut untuk mengerjakan proyek sosial ini, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat – mengubah ruang tak terpakai, menjadi multifungsi.

Dari inovasi developer Thailand itu, tahulah kita bahwa ruang kosong tidak hanya digunakan oleh Thomas ‘ Raumdeuter ’ Muller untuk mencetak gol. Di mata orang-orang muda Thailand yang terkait, ruang kosong justru menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas. Simak selengkapnya dalam video berikut!

Topics