Apa Yang Mungkin Terjadi Di Laga Pembuka Euro 2016?

Mulai dari ancaman teror lanjutan, cuaca buruk, aksi mogok, ada banyak kemungkinan tidak menyenangkan terjadi di laga pembuka Prancis versus Rumania.

Genderang Euro 2016 akan ditabuh pada Jumat malam waktu Prancis atau Sabtu [11/6] dinihari WIB, dengan sang tuan rumah akan membuka turnamen prestisius antarnegara Eropa itu menghadapi Rumania di Stade de France. Salah satu yang paling menyita perhatian pada perheletan Kejuaraan Eropa edisi sekarang adalah superketatnya operasi keamanan, yang sepanjang sejarah turamen belum pernah dilakukan.

Prancis masih berada dalam status emergensi setelah Paris mendapatkan teror berdarah yang mengakibatkan tewasnya 130 orang, November tahun lalu.

Lebih dari 90.000 polisi, tentara, dan bodyguard pribadi akan diturunkan di turnamen ini. Diperkirakan, total sekira tujuh juta fans bakal mengunjungi sepuluh kota tuan rumah.







Personel keamanan siap siaga untuk Euro 2016

Demi menjamin keamanan, UEFA dan otoritas Prancis memastikan, pihaknya telah mengerjakan segala kemungkinan demi menjaga 2,5 juta suporter, yang diyakini bakal memadati di 51 pertandingan pembukaan berbeda.

Tes keamanan tingkat tinggi pertama dilakukan pemerintahan Prancis ketika DJ David Guetta tampil di hadapan 90.000 fans di kaki menara Eiffel, Kamis [9/6] kemarin.

Fanzone di Paris

Paris sendiri bakal mengerahkan personel keamanan sekurang-kurangnya 13.000 untuk berpatroli di dua zona dan dua stadion, memungkinkan polisi mendapat kekuatan ekstra untuk menyisir dan melakukan pencarian.

Richard Walton, mantan kepala Kepolisian Metropolitan kontra-terorisme menyatakan, ancaman yang menyelimuti Euro 2016 "lebih akut dibandingkan dengan ajang olahraga internasional lainnya dalam sejarah".

Sementara, menteri Pemuda dan olahraga Prancis Thierry Braillard menegaskan, fanzone resmi adalah satu-satunya ruang publik outdoor, di mana akan dipasang layar besar bersama bar. Ini menjadi salah satu area yang dikhawatirkan.

Paris hanyalah salah satu dari sembilan kota yang siap menjadi panggung turnamen, dengan sejumlah laga lainnya bakal dihelat di Bordeaux, Lens, Lille, Lyon, Marseille, Nice, Saint-Etienne dan Toulouse.

Menteri Pertahanan untuk wilayah Lille Jean-Christophe Bouvier memastikan, daerahnya akan menjadi tempat yang aman bagi fanzone, dengan 200 staf keamanan bakal dikhususkan berada di sana, ditemani 3.400 personel polisi dan tentara yang bekerja setiap hari, serta siap siaga menerima panggilan bila diperlukan.

"Ini adalah tempat yang sangat aman untuk fanzone. Lebih mudah mengamankan satu daerah seperti ini dibanding memiliki sejumlah orang yang menyambangi beberapa tempat, akan sulit membuat publik aman," ujar presiden wilayah Lille Damien Castelain.

Fanzone di Nice

Bersamaan dengan ancaman terorisme, otoritas Prancis juga harus berurusan dengan kondisi cuaca ekstrim dan protes atas reformasi hukum perburuhan. Pemogokan di Paris bisa menyebabkan berbagai masalah bagi para suporter yang menuju ke stadion nasional Prancis berkapasitas 80.000 kursi itu pada Jumat malam ini.

Perusahaan kereta api nasional SNCF mengatakan, salah satu dari dua jalur utama kereta darat yang menghubungkan Stade de France di pinggiran utara Paris ke pusat kota terpaksa dinonaktifkan akibat pemogokan pada Kamis lalu. Buntut dari masalah ini membuat kereta bawah tanah menuju stadion harus bekerja ekstra untuk membawa para penumpang.

Demikian juga para staf lalu lintas penerbangan, Air France, yang berencana melakukan aksi mogok pada Sabtu [11/6] esok. Belum lagi tumpukan sampah dari hasil unjuk rasa di beberapa wilayah Prancis dalam beberapa hari terakhir, semakin menambah PR bagi pemerintah beberapa saat sebelum mementaskan Kejuaraan Eropa.

Kendati demikian, presiden Francois Hollande mengatakan, dia akan menempuh segala cara demi menanggulangi pemogokan transportasi agar tidak berimbas pada terganggunya turnamen.

"Yakinlah, pelayanan publik akan tersedia dan negara akan memikul tanggung jawab penuh," tukas Hollande.

"Saya juga penonton, saya harap semua masalah ini tidak akan merusak pesta karena dalam sebuah kompetisi seperti ini, di tanah Prancis, saya kira kami harus menunjukkan citra yang bagus dari negara kami," timpal kapten Prancis Hugo Lloris.

Stasion kereta api SNCF

 Banjir dari sungai Siene 

Beragam problematika yang dihadapi Prancis selaku tuan rumah mengingatkan kita saat Brasil menggelar Piala Dunia 2014. Seperti diketahui, beberapa saat sebelum pembukaan pentas akbar antarnegara di penjuru dunia itu mencuat berbagai masalah, seperti bandara yang tidak siap, pasokan listri yang kurang, juga adanya aksi mogok pekerja kereta api dan demo jalanan menolak Brasil menjadi tuan rumah Piala Dunia, dan sederet isu lainnya. Tentu saja insan sepakbola tidak ingin episode semrawut itu terulang di turnamen mayor berikutnya, dalam hal ini Euro 2016.

Di laga pembuka Euro 2016 antara Prancis dan Rumania malam ini, kedua tim akan berusaha menghindari cuaca buruk baru-baru ini, yang membuat sungai Siene meluap dan naik ke level tertinggi dalam 30 tahun.

Dari segi pertandingan, Prancis difavoritkan meraup angka sempurna, melihat kekuatan di barisan tengah dan depan yang amat mumpuni. Kendati begitu, Rumania memiliki catatan defensif nan aduhai selama kualifikasi. Mereka hanya kecolongan dua gol dalam sepuluh partai. Diperkirakan, laga ini bakal berjalan alot buat Prancis, meski di atas kertas tiga poin semestinya bisa dikantungi pasukan Didier Deschamps.

Kita semua berharap dan mendoakan, semoga pesta sepabkola negara-negara Eropa kali ini berjalan lancar dan sesuai harapan, tidak memberikan kerugian kepada para tamu -- para suporter dan tim-tim dari berbagai belahan Eropa -- terkhusus buat Prancis selaku tuan rumah.