Apakah Chelsea Memang Membosankan?

Apakah pendukung Arsenal memiliki alasan yang kuat menyebut Chelsea era Jose Mourinho 'membosankan'?

OLEH TAUFIK BAGUS

Ada yang menggelitik hati kala Arsenal meladeni Chelsea di Emirates akhir minggu lalu. Fans Arsenal meneriakkan 'boring' sepanjang laga. Teriakan tersebut ditujukan kepada Chelsea, yang memang sedikit bermain defensif di laga tersebut.

Hasilnya, setelah 90 menit laga berjalan, skor akhir laga berkesudahan imbang tanpa gol. Melihat hasil pertandingan, lumrah bila tak sedikit yang 'bosan' dengan apa yang mereka saksikan.

Tapi, pandangan sinis pendukung Arsenal tersebut mendapat balasan yang tak kalah sinisnya dari Jose Mourinho. Pelatih Chelsea tersebut menilai fans Arsenal 'bosan' lantaran tim kesayangan mereka tak juga mampu menjuarai Liga Primer Inggris dalam sepuluh tahun terakhir. Ups!

Terlepas dari pernyataan Mourinho, patut dicermati apakah Chelsea memang se-membosankan itu, bukan hanya bagi sepakbola Inggris, tapi juga dunia sepakbola secara keseluruhan.

Berbicara soal membosankan, itu berarti terkait bagaimana seseorang atau kelompok tertentu memberikan 'hiburan' kepada pemirsanya. Bila Anda berharap hal itu pada skuat besutan Mourinho, mungkin Anda salah. Mourinho adalah pelatih yang mengusung gaya bermain pragmatis, ga neko-neko, dan mementingkan hasil, bukan proses. Jadi jika dia ingin menang melawan tim yang lebih diunggulkan, segala cara akan dilakukannya, termasuk strategi parkir bus dan melakukan serangan balik cepat.

Statistik menegaskan premis di atas, juga mungkin tudingan fans Arsenal yang menyebut Chelsea membosankan.

Pada awalnya, Chelsea bisa dikatakan sebagai tim dengan karakter menyerang. Pada empat laga pertama di musim ini, 15 gol disarangkan ke gawang lawan. Rekor ini berlanjut dengan catatan tak terkalahkan di 22 pertandingan. Namun demikian, setelah pergantian tahun, Chelsea kesulitan memenangi laga Liga Primer dengan keunggulan satu gol sejak menghajar Swansea City pada Januari silam.

Hingga pekan ini, rekor gol Chelsea juga tak bisa dibanggakan. Jumlah gol pemain Chelsea tak lebih baik dari penggawa Manchester City, demikian juga dalam urusan menciptakan peluang. Bahkan untuk melepas tendangan ke arah gawang, jumlah sepakan pemain Chelsea tertinggal dari City dan Arsenal.

Mungkin cedera yang dialami Diego Costa, Cesc Fabregas dan Nemanja Matic bisa menjadi dalih. Tapi secara keseluruhan, skuat besutan Mourinho tak bisa dikatakan impresif dalam catatan performa, terlepas hasil akhir.

Bandingkan dengan tim Chelsea besutan Carlo Ancelotti. Gol yang dilesakkan pemain Chelsea kala itu adalah 103 gol, rata-rata, 2,7 per laga. Sementara skuat Chelsea saat ini hanya 1,9 per laga. Jumlah tendangan ke gawang tim besutan Mourinho saat ini juga menjadi yang terendah sejak musim 2006/07, yaitu 11 tendangan. Padahal di musim lalu, sebelum Fabregas dan Diego Costa bergabung, dua pemain paling kontributif di musim ini, rata-rata tendangan per laga mencapai 13,4.

Berbicara mengenai jumlah peluang yang diciptakan, rata-rata yang skuat Chelsea ciptakan adalah 12,4 per laga, di bawah rata-rata tim juara dalam delapan musim terakhir yang mencapai 13,7.

Namun harus diakui, se-membosankan-nya Chelsea, klub London tersebut tetap merupakan tim yang susah ditaklukkan. Mereka mungkin tak mengesankan di sepertiga terakhir, tapi sepertiga pertama mereka adalah jaminan mutu dengan kualitas luar biasa. Baru dua laga dirasakan Chelsea dengan kekalahan dari 33 pertandingan.

Membosankan atau tidak, Chelsea sudah membuktikan di musim ini mereka menjadi tim yang paling konsisten dan paling layak menjadi juara di musim ini.

addCustomPlayer('t15atpus7ys1f9p2w3om019e', '', '', 620, 540, 'perft15atpus7ys1f9p2w3om019e', 'eplayer4', {age:1426475269510});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.