Apakah Manchester United & Arsenal Layak Bersaing Musim Depan?

Setelah performa menjanjikan musim ini, seberapa besar kans dua klub elite ini untuk bersaing di trek juara Liga Primer Inggris 2015/16?

ANALISIS ADHE MAKAYASA & ANUGERAH PAMUJI

Kedua klub kembali gagal menjadi juara, namun perjalanan Manchester United dan Arsenal di Liga Primer Inggris musim ini setidaknya menjanjikan harapan.

Setelah finis di luar zona Liga Champions untuk kali pertama dalam 19 tahun pada musim lalu, United dipastikan akan kembali meramaikan turnamen nomor satu antarklub Eropa itu. Meski belum optimal, Setan Merah telah memperlihatkan progres dalam kampanye debut Louis van Gaal dan pubik Old Trafford bakal antusias menantikan kiprah tim musim depan.

Sementara, para Gooners hanya bisa berandai-andai apakah skuat Arsene Wenger bisa menjegal Chelsea menuju tangga jawara musim ini - sekaligus mengakhiri puasa panjang gelar juara Premier League - bila menemukan konsistensi performa lebih awal.

Terlepas dari adanya pertaruhan yang masih dikejar berupa tiket otomatis ke fase grup UCL dalam duel di Old Trafford, Minggu (17/5) ini, tak bisa dimungkiri bahwa kedua kubu telah mulai mengarahkan separuh pandangan ke kampanye 2015/16 mendatang.

Seberapa besar kans mereka untuk bersaing di trek juara musim depan? Dua pandit dari Goal Indonesia, Adhe Makayasa dan Anugerah Pamuji, punya ulasannya untuk Anda.

Dengan musim yang tidak terlalu mulus untuk Manchester United, maka mau tidak mau mereka harus melakukan pembenahan untuk menghadapi persaingan musim depan. Di musim ini saja, beberapa sektor menjadi titik lemah mereka dan hal tersebut patut dicermati oleh manajer Louis van Gaal.

Sempat dijagokan di awal, United, yang mengawali kompetisi tanpa Michael Carrick selama beberapa waktu, secara mengejutkan justru menelan kekalahan di laga pembuka dari Swansea City, dan hal tersebut seolah menjadi rentetan penampilan buruk tim Setan Merah sebelum kemudian terlempar dari persaingan empat besar.

Saat Carrick kembali, performa Setan Merah praktis terdongkrak dan mereka kembali ke balapan gelar. Namun itu semua terlambat lantaran Chelsea arahan Jose Mourinho memiliki laju yang lebih kencang dan mengunci gelarnya memasuki pekan terakhir.

Dengan fakta seperti demikian, maka sektor sentral perlu untuk dibenahi selagi lini belakang yang patut diperhatikan mengingat sejumlah pemainnya kerap mengalami cedera.

Bek Phil Jones, Chris Smalling, Jonny Evans hingga Luke Shaw merupakan langganan cedera musim ini, dan Van Gaal harus melakukan sesuatu minimal mendatangkan bek serba bisa yang memiliki kapablitas untuk membela United.

Musim panas nanti kiranya bakal menjadi musim panas yang sibuk, terlebih setelah wakil pimpinan United Ed Woodward mengungkapkan bahwa timnya akan lebih akftif meski sudah mengamankan jasa Memphis Depay dari PSV Eindhoven.

"Skuat ini sepenuhnya cukup baik untuk bersaing di semua kompetisi tahun depan," kata Woodward.

"Terkait aktivitas transfer musim panas, kami sudah memulai mengeksekusi rencana kami dan minggu lalu mengumumkan bahwa Memphis Depay, salah satu pemain muda berbakat di Eropa, akan bergabung bersama tim utama.

"Kami berharap bisa aktif lagi di bursa transfer, tapi terlalu dini memberikan arahan terkait aktivitas transfer untuk saat ini," tandasnya.

Dengan tiket Liga Champions musim depan yang di atas kertas sudah menjadi milik United, Van Gaal kini tinggal fokus untuk mengakhiri musim dengan baik, yang dimulai dengan mengincar poin penuh atas Arsenal pada akhir pekan nanti.

Untuk duel nanti, The Red Devils diperkirakan akan mengalami kesulitan, mengingat mereka tidak lagi memiliki Carrick untuk sisa musim ini karena alasan cedera.

Di empat laga liga terakhir, United yang bermain tanpa Carrick harus menelan tiga kekalahan beruntun sebagaimana mereka yang dipaksa bekerja keras untuk mengakhiri catatan tersebut hingga akhirnya menang atas Crystal Palace pada akhir pekan kemarin.

Hilangnya Carrick disadari Van Gaal sebagai sebuah kerugian. Dalam keterangannya, pria Belanda itu bahkan menyebut absennya pemain 34 tahun itu merupakan alasan utama penurunan performa timnya.

"Bila Anda melihat gelandang bertahan kami, kami tidak memiliki banyak pilihan. Ketika Daley Blind dan Carrick cedera, kami punya masalah besar," demikian Van Gaal beberapa waktu lalu.

"Carrick adalah pemain yang bisa membaca permainan dan itulah yang saya cari, pemain yang bisa membaca permainan. Bukan hanya secara individu, tapi juga buat tim, karena tim adalah yang terpenting.

"Semua pemain bisa membaca permainan secara individu. Mereka menjalankan perannya sendiri, itu tidak sulit, tapi bisa melakukannya buat tim adalah hal yang sulit. Tak banyak pemain yang bisa melakukannya buat tim,” tandasnya.

United sendiri memiliki catatan yang cukup bagus mengingat mereka tidak lagi kalah di laga kandang liga dari rivalnya itu sejak September 2006. Di tujuh pertemuan liga terakhir, tim Setan Merah berhasil mencatatkan enam kemenangan dan satu lainnya berakhir imbang.

Adapun dari 11 lawatan terakhirnya ke Theatre of Dreams, The Gunners secara total kalah sembilan kali dan meraih satu hasil imbang di semua kompetisi. Satu kemenangan sukses mereka ciptakan musim ini saat Danny Welbeck turut berperan untuk menjungkalkan mantan klubnya itu di ajang Piala FA.

Dengan demikian, menarik ditunggu jalannya duel di pada akhir pekan nanti. (AM)

Ikuti Adhe Makayasa di

Belum ada sepatah kata apa pun keluar dari mulut Arsene Wenger yang menyatakan Arsenal bisa juara musim depan dengan bermaterikan skuat yang baru.

Sepertinya The Proffesor begitu optimistis dengan kompisisi pemain The Gunners saat ini. Maklum, sejak paruh kedua musim bergulir, anak-anak London Utara bagai dililit dinamo hingga bisa berlari kencang, sampai-sampai nyaris menyaingi Chelsea di pacuan juara dua pekan yang lalu.

Sejak ditumbangkan Tottenham Hotspur di pekan ke-24, Arsenal menyapu bersih delapan laga beruntun dengan kemenangan atau menoreh sembilan kali tripoin dari sepuluh pertandingan terakhir. Praktis hasil ini membuat Arsenal berada di atas angin dengan menduduki posisi kedua sebelum di akhir pekan lalu mereka dipaksa bertekuk lutut di kaki Swansea City 1-0, yang lantas membuat Manchester City merebut tempat di runner-up dengan keunggulan tiga angka - kendati The Gunners masih memegang tabungan satu laga.

Namun kepercayaan diri sang juru taktik sudah kelewat tinggi. Performa spartan Arsenal di 11 laga terakhir keburu dicap Wenger sebagai refleksi akan kesiapan tim secara lahir-batin untuk menantang persaingan juara musim depan. Apalagi, Arsenal juga mampu kembali menapaki babak puncak Piala FA. Episode-episode ini membuat Wenger berkeyakin besar, musim depan bisa jadi tahunnya Si Gudang Peluru.

"Begitu banyak hadir sejumlah momen titik balik, salah satunya, kami memiliki kembali pemain-pemain kami dan kami secara pertahanan bisa lebih tangguh di paruh kedua ini dibanding paruh pertama musim," ujar Wenger beberapa minggu yang lalu.

"Kami ingin terus melanjutkan capaian ini, dan saya yakin akan menjadi penting bisa finis sedekat mungkin dengan Chelsea, dan saya kira kami siap untuk bersaing [juara] musim depan."

Sebagaimana diketahui, beberapa nama fundamental dalam tim macam Mesut Ozil, Aaron Ramsey, Danny Welbeck, Laurent Koscielny dan Olivier Giroud bergantian masuk ruang medis sebelum musim dingin. Akan tetapi di separuh sisa musim, mereka perlahan kembali tampil prima beriringan dengan kian melejitnya Alexis Sanchez, dan tentu saja satu nama yang tengah disorot di Inggris karena performa menjanjikannya, Francis Coquelin.

Kehadiran nama terakhir ini sedikit banyak membuat Arsenal 'amnesia' untuk berbelanja pemain baru. Semenjak ditarik dari masa peminjamannya di Charlton, pemain Prancis ini menjawab dengan lugas kepercayaan Wenger. Sosok pemutus serangan pertama lawan seperti inilah yang selama ini dicari oleh The Professor.

Berperan sebagai holding midfielder, Coquelin memberikan balans yang nyata di dalam pendekatan 'Arsenal Way' ala Wenger. Pemain 24 tahun ini telah menjadi kunci dari taktik revolusioner Wenger yang tak lagi mengindahkan penguasaan bola dan passing game.

"Kami merasa telah membuat kemajuan dalam hal konsistensi tim, kualitas skuat dan stabilitas dalam tim ini," jelas sang pelatih.

Jadi, dengan sumber daya pemain yang dimilikinya saat ini, Wenger mengaku siap menjadi penggangu sang jawara Chelsea musim depan. Menjelang bentrokan dengan Manchester United akhir pekan ini, manajer kelahiran Prancis itu memberikan alarm penting bagi para rivalnya.

"Bisa menang lagi di sana [merujuk keberhasilan Arsenal menyingkirkan United di Old Trafford di perempat-final Piala FA] akan meyakinkan kami jika kami memiliki kekuatan dan bahkan kami bakal lebih tangguh pada musim depan," ungkapnya.

Ucapan Wenger ini bisa menjadi sinyal kewaspadaan bagi para bebuyutan klub London Utara jika memang akhirnya mereka sanggup membungkam kembali Theatre of Dreams. Kita lihat saja. (AP)

Ikuti Anugerah Pamuji di

addCustomPlayer('t15atpus7ys1f9p2w3om019e', '', '', 620, 540, 'perft15atpus7ys1f9p2w3om019e', 'eplayer4', {age:1426475269510});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.