APPI: Pemain Harus Mengerti Isi Kontrak

Dari 110 kasus pemain musim lalu, baru 54 kasus yang dinyatakan selesai.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter
Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) bekerja sama dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Dunia (FIFPro) menggelar International Legal Conference 2014 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (6/5). Pada kegiatan itu, APPI terus berusaha mengedukasi para anggotanya agar benar-benar memahami hak dan kewajiban sebagai seorang pesepakbola profesional.
Terutama, mengenai pemahaman isi kontrak lebih dulu sebelum ditandatangani. CEO APPI, Valentino Simanjuntak, mengungkapkan pada musim lalu ada 110 kasus pemain yang mayoritas terkait dengan tunggakan gaji. Dari jumlah itu, baru 54 kasus yang dinyatakan telah selesai.
"Itu pun tidak selesai sesuai dengan perjanjian yang tertera di kontrak. Tapi, dengan terminasi. Misalnya, dari yang seharusnya dibayar delapan bulan, menjadi cuma tiga bulan saja," papar Valentino.
Hal senada juga dituturkan oleh Wakil Presiden APPI, Bambang Pamungkas. Menurut pemain yang akrab disapa Bepe itu, selama ini sebagian besar pesepakbola profesional di Indonesia cenderung hanya melihat angka dari kontrak mereka. Namun tidak sepenuhnya mengerti isi kontrak, bahkan tidak menyimpan salinan kontrak yang telah ditandatangani.
"Jadi harus ada edukasi terhadap para pemain agar mereka bisa menyelesaikan sengketanya mengenai kontrak sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku," papar Bepe.
Memang, pada musim lalu kompetisi di Indonesia banyak diwarnai dengan kasus tunggakan gaji klub terhadap pemain mereka. Bukan hanya satu atau dua bulan, bahkan ada klub yang tidak memberikan gaji kepada pemain mereka hingga sembilan bulan. Hingga adanya beberapa pemain asing yang meninggal akibat ditelantarkan klub mereka seperti Diego Mendieta, serta Salomon Begondo.
Sontak, hal itu menarik perhatian dunia sepakbola Internasional. Apalagi, pemain yang meninggal dunia adalah pemain asing. "Kematian tragis teman-teman kita yang berkarier di sepakbola Indonesia tak boleh terulang. Kami bersama APPI dan FIFA tak akan berhenti berjuang demi masa depan para pesepakbola profesional," ujar Rinaldo Martorelli, Wakil Presiden FIFPro.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.