Arema Cronus Antisipasi Serangan Balik Persita Tangerang

Penggawa Singo Edan menjalani latihan mengantisipasi umpan panjang langsung ke area pertahanan.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter
Jajaran pelatih Arema Cronus menyiapkan skema permainan untuk mengantisipasi kemungkinan strategi serangan balik yang bakal diterapkan Persita Tangerang saat bentrok awal pekan depan.

Usai diliburkan dua hari setelah merayakan hari ulang tahun yang ke-27, skuat Arema langsung menggeber persiapan. Dalam latihan yang digelar di Stadion Gajayana kemarin, seluruh pemain kecuali Ahmad Kurniawan berlatih secara serius di bawah pimpinan pelatih Suharno. Dalam sesi game yang digelar, terlihat para pemain lebih sering melakukan umpan silang untuk disundul langsung ke gawang.

Banyaknya umpan panjang yang dilatih Arema disebabkan pemain bertahan perlu mendapatkan ujian dari skema lawan yang dipastikan akan bermain bertahan, sehingga antisipasi bek dan kiper terhadap kecepatan serangan balik menjadi porsi terbesar di game internal itu.

"Kami langsung melakukan persiapan menghadapi Persita Tangerang. Saat ini memang ada variasi latihan dibandingkan sebelumnya. Saya sendiri merasa senang, karena pemain bisa cepat beradaptasi dengan berbagai variasi serangan yang kita susun. Ini sangat penting di saat kekuatan Arema sudah mulai dipetakan lawan,” tutur Suharno.

“Memang kami memberikan intruksi agar pemain banyak melakukan umpan silang langsung ke gawang, karena memang calon lawan nanti bisa jadi akan menggunakan bola [umpan] panjang.”

Sementara itu, terkait dengan kondisi kapten tim Ahmad Bustomi, Suharno merasa senang, karena pemain yang menderita cedera sekitar dua bulan lalu sudah membaik. Bahkan, meski masih di bawah pengawasan dokter, gerakan Bustomi saat berlari dan menendang bola makin membaik.

“Kondisi pemain sangat bagus, sehingga saat melawan Persita nanti kondisi tim yang punya semangat saat melawan Barito Putra harus diulang. Kalian sudah lihat sendiri bagaimana pemain bermain. Jadi kami kira peak itu yang harus dipertahankan meski pada dasarnya kami sudah menyusun peak terbaik ada pada babak delapan besar,” papar Suharno.

“Untuk Ahmad Bustomi saya melihat dia fisiknya semakin bagus. Tapi untuk melawan Persita, saya masih menunggu rekomendasi dari dokter. Saya tidak setuju misalnya Bustomi disimpan untuk delapan besar, karena tidak mungkin kami memainkan pemain secara langsung ke babak itu tanpa melalui latihan.” (gk-48) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.