Arema Cronus Minta Maaf Kepada Madura United

Manajemen Arema meminta maaf atas insiden penyerangan dan pengrusakan terhadap Madura United dan suporternya, setelah laga melawan Arema, 2 September lalu.

Manajemen Arema Cronus menyampaikan permintaan maaf resmi mereka terkait insiden penyerangan yang dilakukan sekelompok oknum terhadap Madura United dan suporternya. Insiden itu terjadi setelah laga Arema melawan Madura United di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (2/9) malam. Pertandingan itu sendiri berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Arema.

Menurut manajer umum Arema Ruddy Widodo, kejadian itu sangat mencederai sportivitas dan semangat persahabatan yang diusung Arema dan Madura United. "Kejadian itu sangat kami sesalkan, karena jelas menodai hubungan baik antara Arema Dan Madura United. Sebab kedua tim selama ini adalah keluarga, teman, dan rivalitas hanya ada di atas lapangan selama 90 menit," ucap Ruddy, seperti dikutip laman resmi klub.

"Arema dan Madura United ini sudah seperti saudara sendiri. Lihat setelah pertandingan, pemain berkejaran bukan karena dendam, tapi karena mereka rindu bertemu dan bercanda," tambahnya.

Ruddy mengakui, sebagai tuan rumah pihaknya merasa kecolongan oleh ulah sekelompok oknum tersebut. "Ini adalah hal yang tidak diinginkan, karena sejujurnya kami tidak ada niatan untuk mencederai hubungan baik Arema dan MU. Selaku tim tuan rumah kami sampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut dan juga atas ketidaknyamanan selama penyambutan," jelas Ruddy.

Dia pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak terpancing dengan melontarkan pernyataan yang bersifat provokasi. Sehingga suasana tidak semakin keruh di antara kedua pihak yang terlibat.

"Sekali lagi manajemen Arema resmi meminta maaf kepada manajemen, tim, dan suporter Madura United. Mari sudahi mengumbar pernyataan yang sifatnya memprovokasi. Di kemudian hari, mari kita lebih eratkan lagi kesolidan dan persahabatan untuk menggapai prestasi," pungkasnya.

Topics