Arema Cronus Siapkan Variasi Skema Hadapi Barito Putera

Suharno menyatakan, tim Singo Edan masih mencoba variasi serangan sebelum menentukan formasi pakem melawan Barito Putera.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter
Pelatih Arema Cronus Suharno menyatakan, skema klasik 3-5-2 belum pasti diterapkan saat menghadapi Barito Putera di Stadion Demang Lehman dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 akhir pekan ini.

Menurut Suharno, formasi 3-5-2 ini tidak langsung dipakai melawan Barito Putra, karena pemain sudah terbiasa dengan pakem 4-3-3 atau 4-2-3-1. Namun, ia tetap mempertimbangkan kondisi pemainnya, dan tentu dengan keinginan untuk mengejutkan Barito Putra.

“Kita sudah punya pakem dengan pola 4-3-3 ataupun 4-2-3-1. Pola ini sudah dihafal oleh pemain, bagaimana pergerakan dan posisinya saat menyerang dan bertahan. Tetapi kita selama bulan Ramadhan melakukan variasi-variasi termasuk 3-5-2,” ungkap Suharno.

Usai menjalani libur panjang, tim Singo Edan memanaskan mesin dengan melakoni laga uji coba melawan Arema U-21. Dalam laga tersebut, Arema memetik kemenangan dengan skor telak 6-0.

“Ini sebenarnya bukan uji coba, karena memang rancangannya tidak ada dalam rencana kita sebelum melawan Barito. Kita anggapnya adalah game internal yang bertujuan untuk memadukan pemain dengan pola baru,” kata Suharno.

“Pemain yang saya maksud adalah empat pemain yang sebelumnya saat sesi latihan di bulan Ramadhan masih belum padu, atau tidak ada. Mereka adalah Jimmy Suparno [baru bergabung], Ahmad Alfarizi [cedera], dan dua pemain yang ikut tur ke Italia, yaitu Victor [Igbonefo] dan Irsyad [Maulana].”

Dalam pertandingan berdurasi 3x30 menit itu, Arema terlihat sangat kesulitan menembus pertahanan di babak pertama. Gol baru diciptakan saat pemain Arema U-21 melakukan kesalahan yang akhirnya bisa dimanfaatkan Samsul Arif.

Di babak kedua, Suharno kemudian memasukkan dua wing-back yang lebih menyerang, yaitu Irsyad Maulana dan Dendi Santoso di formasi 3-5-2. Pergerakan cepat dua pemain ini membuat Arema sukses mengurung ketat pertahanan juniornya itu, sehingga mampu menambah dua gol melalui Arif Suyono dan Hendro Siswanto.

Selanjutnya, di babak ketiga, perbedaan stamina yang terjadi membuat tiga gelontoran tambahan, dua dari Sunarto, dan satu dari Irsyad Maulana.

“Uji coba itu sebenarnya digunakan untuk melatih langsung kekuatan fisik tim. Sebenarnya kami baru memulai latihan usai liburan, dan saya rasa para pemain sudah memberikan yang terbaik. Mereka berjuang tanpa takut, dan punya kepercayaan diri. Kami [selanjutnya] akan memulai latihan fisik untuk persiapan babak 12 besar," urai pelatih Arema U-21, Agus Yuwono. (gk-48) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.