Arema Cronus Sukses Redam Kecepatan Indonesia All Stars

Jajaran pelatih Singo Edan sudah memprediksi permainan cepat yang dikembangkan Indonesia All Stars.

Asisten pelatih Arema Cronus Joko Susilo mengungkapkan, meredam kecepatan permainan menjadi kunci sukses mereka mengalahkan Indonesia All Stars 3-1 di laga kedua turnamen Sunrise of Java Cup 2015 kemarin.

Menurut Joko, jajaran pelatih sudah memprediksi Indonesia All Stars bakal bermain cepat memanfaatkan pemain muda mereka. Karena itu, Arema melakukan perubahan strategi dibandingkan laga pertama.

“Kondisi Arema tidak ideal, karena harus bermain dengan tempo 24 jam. Kami menyadari jika pemain Indonesia punya kecepatan, sehingga jangan kaget jika tadi memasang pemain yang berada di posisi bek sayap untuk menjadi gelandang,” kata pria kelahiran Cepu ini.

“Perubahan itu adalah salah satu strategi untuk meredam kecepatan para gelandang Indonesia. Di babak pertama, [Hasim] Kipuw bermain, kemudian di babak kedua gantian [Ahmad] Alfarizi yang mengisi.”

Joko menambahkan, pemilihan Alfarizi dan Kipuw bukan semata-mata bek sayap punya tipikal cepat, tetapi juga andal dalam merebut bola bola layaknya bek.

“Kami memilih juga karena kedua pemain itu bisa bermain di posisi tengah karena sudah pernah bermain di posisi itu di masa junior," urainya.

Perubahan lain yang dilakukan Arema adalah masuknya bek asal Belanda Kristian Adelmund. Sebab, pemain yang punya badan tinggi besar itu langsung padu dengan rekan-rekannya.

Arema kini punya jeda dua hari untuk mempersiapkan tim sebelum bertarung dengan Persewangi Selection di laga pamungkas. Menurut Joko, meski hanya butuh hasil imbang, mereka tetap bermain serius demi menjaga gengsi.

“Kami juga punya gengsi sekaligus memberikan hiburan kepada penonton, dan panitia yang telah mengundang kami, sehingga tetap akan fight untuk menjadi juara di sini,” tutupnya. (gk-48)