Arema Cronus Tetap Serius Hadapi Pusamania Borneo FC

Sekalipun berbeda kasta, Arema tetap melakoni laga uji coba melawan Pusamania dengan serius.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter
Pelatih Arema Cronus Suharno menegaskan, ia tidak akan memandang remeh klub Divisi Utama Liga Indonesia Pusamania Borneo FC sekalipun kedua tim saling bentrok dalam laga uji ciba hari ini.

Menurut Suharno, kepentingan Pusamania sama dengan Arema. Jika Pusamania bermain di Divisi Utama, maka Arema sedang menjalani persiapan lanjutan sebelum melawan ke Banjarmasin melawan Barito Putra pada 9 Agustus mendatang.

“Secara permainan saya belum banyak tahu. Namun, jika dilihat dari posisi klasemen sementara yaitu ada posisi pertama di Grup 6, menandakan mereka bukan tim sembarangan," kata Suharno.

Suharno menambahkan, tim pelatih sudah memetakan bagaimana kekuatan Pusamania. Termasuk adanya empat mantan pemain Arema yaitu Feri Aman Saragih, Sutikno, Ahmad Amirudin dan Akbar Rasyid. Keempatnya pernah bergabung di Arema, dan tentu sedikit banyak karakternya sudah diketahui.

“Saya masih berhubungan dengan pemain-pemain itu. Mereka adalah pemain yang bagus, karena kebetulan pernah membesutnya. Tidak ada dari Arema untuk meremehkan Pusamania,” tambah asisten pelatih Joko Susilo.

Sementara itu, pelatih Pusamania Iwan Setiawan menyatakan, dipilihnya Kota Batu memang sebuah kesengajaan. Karena, selama sebulan ini timnya benar-benar serius menyambut empat laga sisa di Divisi Utama.

“Kami tinggal empat pertandingan sisa. Laga melawan Persida Sidoarjo memang dilakukan di kandang sendiri, namun kita harus bermain di di tiga laga away selanjutnya melawan Martapura FC, Kalteng FC dan Perseta Tulungagung. Dengan target lolos ke ISL, persiapan harus dilakukan secara serius,” tutur mantan pelatih Persija Jakarta itu.

“Di Batu, kami bisa menemukan banyak sekali lawan yang kualitasnya ada di atas. Sebelumnya kami sudah menjajal Persegres Gresik [hasilnya kalah 2-1], dan ada kesempatan untuk melawan Arema. Ini menjadi hal yang sangat bagus untuk mengukur kemampuan pemain menghadapi tim ISL. Karena itu. saya akan menurunkan tim terbaik.” (gk-48)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.