Arsenal U-16 Dipermak 13-3 Oleh Kettering Town

Kejadian itu terjadi pada akhir bulan kemarin, dengan para pemain junior Arsenal diklaim bermain individualis saat melawan akademi klub non-liga.

Akademi Arsenal disebut sebagai salah satu yang terbaik di Eropa, mengingat mereka juga merekrut sejumlah bakat papan atas dari luar negeri. Akan tetapi, akademi The Gunners yang tergabung di tim U-16 justru dipermalukan akademi dari klub non-liga, Kettering Town, dengan skor telak 13-3.

Peristiwa itu diklaim terjadi pada akhir Januari lalu, dan yang lebih menyakitkan lagi kekalahan itu dialami di kandang sendiri, tepatnya di lapangan indoor 3G yang terletak di area Emirates Stadium, markas Arsenal.

Under 16's pictures from the Emirates.

Posted by Kettering Town Youth Academy on Thursday, January 28, 2016

4

Kettering Town dalam keterangannya di Facebook menjabarkan kunci keberhasilan mereka dalam mempermak Arsenal U-16. Menurut mereka, para pemain dari kubu lawan bermain terlalu individualis sehingga melupakan kerja sama tim.

Manager Dan Beaman: "The scoreline is embarrassing; it makes it look like we played a bunch of terrible players when...

Posted by Kettering Town FC on Wednesday, February 3, 2016

"Skornya memalukan; itu terlihat seperti kami bermain melawan kumpulan  pemain yang payah padahal tidak demikian. Mereka punya beberapa individu hebat, tiga dari empat pemain mereka luar biasa yang bermain dengan skill dan menunjukkan trik yang bisa kalian saksikan di internet, dan bola seperti lengket di kaki mereka," demikian tulis Kettering di Facebook.

"Satu-satunya pembeda adalah, mereka berusaha melewati semuanya, tidak benar-benar mengumpan satu sama lain, dan mereka frustasi dengan rekan satu tim yang lain. Sedangkan kami bermain sebagai sebuah tim, dengan satu-dua umpan. Setiap pemain kami bermain sungguh-sungguh dan berjuang merebut bola seperti hidup mereka tergantung padanya. Arsenal tidak melakukan itu, mungkin mereka berpikir akan mendapati laga mudah melawan tim yang belum pernah mereka dengar, dan bisa mengalahkan kami dengan hanya mengandalkan skill.

"Setelah 15 menit kami digempur, dengan kiper dan tiang gawang kami menjadi penyelamat, kami mencetak tiga gol dalam rentang waktu 5 menit, dan Arsenal lantas terseok-seok sampai jeda, setelah kami mencetak 4 gol dari 5, saat itu pula mereka saling adu argumen.

"Setelah jeda (ketika kami unggul 8-1!), untuk setengah jam berikutnya mereka menjadi tim yang sedikit lebih baik, mereka mulai mengumpan dan menyamai etos kerja kami. Namun kiper kami tampil luar biasa, dan mereka gagal memanfaatkan peluang beberapa kali. Kami kembali mendapatkan keberuntungan, namun kami juga memiliki ketidakberuntungan di depan gawang dalam dua pertandingan sebelumnya.

"Kami kemudian mencetak 3 gol di menit tersisa ketika mereka tampak sudah menyerah. Saya sudah menekankan bahwa itu bukan tim U-16 utama mereka, mereka punya beberapa tim seperti yang bisa kalian bayangkan, demi menguji beberapa pemain. Mereka juga punya beberapa tim U-15 yang bermain untuk mereka. Bagi saya, para pemain mereka berusaha terlalu keras untuk menunjukkan kemampuannya sebagai individu hari ini, dan sepakbola itu lebih ke karakter dan tekad. Mereka sedikit arogan sebelum pertandingan, menertawai kami saat mengambil foto di luar lapangan, namun saya pikir kami tertawa paling akhir.

"Terlepas itu, kami memainkan sepakbola bagus untuk 90 persen pertandingan, dan para orang tua tampak terkesima pada performa kami setelah laga. Selamat kepada semuanya, dan terima kasih saya ucapkan kepada Steve Smart yang telah menjadi wasit (yang sangat adil untuk kedua belah pihak), dan kepada Jim McAlwane yang datang mengambil foto.

"Kalian membuat saya dan klub kalian bangga hari ini, selamat. Gunakan ini sebagai pijakan untuk meningkatkan kemampuan lebih jauh dalam sepakbola kalian untuk beberapa tahun ke depan, sebagaimana saya takkan berada di sana selamanya untuk mendorong kalian."