Bakrie Group Jual Brisbane Roar

Nirwan Bakrie sepakat menjual Brisbane Roar setelah melakukan pembicaraan dengan mantan chairman klub.

Klub Liga Utama Australia (A-League) Brisbane Roar bakal berganti pemilik setelah Bakrie Group memutuskan untuk menjual klub itu kepada investor baru pada akhir bulan ini.

Roar belakangan ini terkendala masalah finansial, dan bahkan menunggak gaji para pemainnya. Bakrie Group, yang telah mengelola Roar selama empat tahun, dikabarkan sudah melakukan pembicaraan rahasia dengan pihak ketiga di Australia mengenai penjualan tersebut. 

Mantan chairman Roar Chris Fong saat ini berada di Indonesia untuk melakukan pembicaraan dengan Nirwan Bakrie. Fong menyatakan, ada pihak yang ingin membeli Roar, dan menjamin utang klub akan dibayarkan. Namun Fong enggan mengungkapkan pihak yang ingin membeli Roar.

“[Nirwan] Bakrie sudah setuju untuk menjual Brisbane Roar dengan kesepakatan semua tunggakan dibayarkan, dan mengembalikan stabilitas,” ungkap Fong kepada The World Game.

“Harganya sudah disepakati dengan pihak ketiga, dan kami memperkirakan proses ini akan tuntas pada bulan ini. Saya tidak bisa bilang tentang penjualan itu, mengingat ini semua terikat dengan perjanjian untuk merahasiakannya.”

“Kami sudah bekerja sama dengan FFA [federasi sepakbola Australia] yang memahami kondisi ini. Lebih dari Aus$9 juta disuntikkan ke Brisbane Roar selama empat tahun terakhir, dan ini lebih dari sekadar kekecewaan harus berakhir seperti ini. Saya merasa patah arang.”

Pengunduran diri mendadak direktur pengelola Sean Dobson pada Mei lalu turut memberi pengaruh terhadap stabilitas finansial klub. Dobson mundur beberapa saat setelah Bakrie Group mengumumkan laporan keuangan internal. Mundurnya Dobson menjadi pertanyaan mengenai pengelolaan klub. Fong menyebutkan, pengelolaan klub dari luar Australia tidak berjalan dengan mulus.

“Apa yang terungkap selama beberapa pekan terakhir ini sungguh menghancurkan. Direktur pengelola tiba-tiba mengundurkan diri di hari setelah kami mengumumkan laporan keuangan klub dan operasional secara independen,” kata Fong.

“Jelas sudah, kita tidak bisa mengelola klub dari jarak jauh. Kami sudah mencoba, memberikan kepercayaan, tapi hasilnya tidak bisa diterima.”

“Ini menjadi momen menyedihkan bagi kami, staf, fans, dan sepakbola di Australia, tapi semua ini akan kami lewati. Departemen sepakbola akhirnya mempunyai pemimpin [di bawah CEO interim David Pourre, pelatih baru John Aloisi, dan manajer operasional Craig Moore], sehingga kami harapkan performa di atas lapangan akan kembali.”