Bayu Gatra Belajar Lolos Dari Sergapan Bek

Topics

Bayu menilai timnas U-23 mengalami peningkatan yang bagus usai melakoni tur di Italia.

LIPUTAN DONNY FAHROCHI DARI SAMARINDA Gelandang Putra Samarinda Bayu Gatra mengaku dirinya mendapatkan pengalaman berharga kala mengikut tur Italia bersama tim nasional Indonesia U-23 beberapa waktu lalu melawan AS Roma, Lazio, dan Cagliari.

Dalam tur itu, timnas U-23 tidak sekalipun memetik kemenangan. Kendati demikian, Bayu menyatakan mendapat ilmu dari pengalamannya tersebut. Secara teknis, Bayu merasa banyak mengalami perbaikan, seperti bagaimana dirinya menghadapi lawan dengan teknik tinggi, salah satunya adalah melepaskan diri dari kawalan pemain belakang.

“Banyak yang bisa saya ambil dalam tur Italia ini. Bagaimana pun juga di negeri ini sepakbola menjadi tradisi. Salah satunya bagaimana melepaskan diri dari pemain bertahan tim Italia yang terkenal tangguh,” ungkap Bayu.

“Memang tak bisa menang. Tapi progres kami ke arah yang positif. Itu bagus bagi kami.”

“Sulit menyesuaikan diri dalam waktu singkat, ditambah lagi dalam bulan suci Ramadhan. Jadi ya terpaksa tidak berpuasa saat bertanding, tapi ya kalau berlatih normal ya tetap puasa.”

Durasi berpuasa di Italia yang berbeda dengan di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi skuat Garuda Muda dalam menjalankan ibadah puasa. Bila di tanah air lamanya puasa selama 13 jam, sedangkan di Italia, Bayu Gatra dan kawan-kawan harus berpuasa hampir 18 jam.

“Selama di sana ya waktu puasa nambah sampai lima jam, jadinya total 18 jam. Tapi kita semua tetap bersemangat demi membela nama Indonesia,” ucap Bayu menjelaskan. (gk-59)

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.