Cara PT GTS Agar Klub Komitmen Pada Timnas

Klub wajib merelakan dua pemain yang dipilih Alfred Riedl untuk masuk skuat timnas Indonesia.

Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016 akan tetap berjalan seiring dengan persiapan tim nasional Indonesia untuk Piala AFF 2016. Ketika pesta sepakbola antarnegara Asia Tenggara itu dimulai November nanti, ISC pun akan tetap berjalan.

18 klub akhirnya sepakat dengan PSSI dan tim pelatih timnas untuk melepas dua pemain mereka kepada timnas. Hanya saja, pada pemusatan latihan terakhir yang digelar di Solo, 22-27 September, Pusamania Borneo tak melepas Dian Agus Prasetyo.

PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator ISC pun berkomentar mengenai hal tersebut. Joko Driyono selaku direktur utama menegaskan bahwa GTS tak bisa dalam posisi menghukum Pesut Etam karena tak melepas pemainnya.

Pria asal Ngawi itu pun memastikan, bahwa kejadian tersebut tidak akan terulang ketika pelatih Alfred Riedl sudah menetapkan pemainnya untuk Piala AFF -- 30 hari sebelum turnamen dimulai. Jika pemain tak dilepas, maka pemain yang dipanggil tak bisa dimainkan di ISC.

"GTS memastikan, ketika kompetisi berjalan, siapa pun yang dipanggil oleh tim nasional saat koridornya terpenuhi maksimal dua pemain dan saat itu sudah di list skuat AFF, siapa pun yang di situ kalau pemanggilannya sesuai komitmen maka tidak akan valid di kompetisi," urai Joko.

Jika ada penolakan, maka PSSI, menurut Joko, jadi yang berwenang untuk memberikan hukuman. "GTS itu dalam posisi menindaklanjuti komitmennya, kewenangan GTS itu bukan sanksi komisi disiplin tapi valid bermain. Jadi dalam list yang masuk selebihnya adalah sanksi PSSI."

"Setelah pertengahan Oktober sampai November ada berbenturan dengan kompetisi tapi klub wajib melepas pemain sesuai dengan komitmen. Pelanggaran terhadap itu urusannya dengan komisi disiplin PSSI," tukas mantan sekretaris jenderal PSSI itu.

Topics