Carlo Ancelotti Ungkap Rahasia Sukses AC Milan Di Piala Eropa 1990

Tidak berada dalam kondisi terbaik, AC Milan sukses mempertahankan gelar juara dengan sepenuhnya mengandalkan taktik, ungkap Ancelotti.

Dua gelar beruntun AC Milan pada Piala Eropa 1989 dan 1990 menjadi pencapaian terbaik dalam dunia sepakbola, tetapi Rossoneri tidak berada dalam kondisi terbaik ketika mereka mengalahkan Benfica dan mempertahankan gelar juara tersebut.

Milan menutup Serie A dengan hanya memenangkan tiga dari tujuh pertandingan terakhir, membuat Diego Maradona dan Napoli merengkuh gelar Scudetto dengan menggusur Rossoneri berkat lima kemenangan beruntun.

Carlo Ancelotti mengungkapkan tentang kondisi skuat asuhan Arrigo Sacchi di Vienna dan bagaimana mereka mengandalkan taktik untuk menuliskan nama mereka di lembar sejarah... 

"Ketika kami menang di final pada 1990, kami tidak berpikir tentang mempertahankan gelar juara. Kami berpikir memenangkan pertandingan karena kami tidak dalam performa bagus pada saat itu.

"Kami tidak bermain dengan baik dan kami menang di laga itu karena taktik. Kami berusaha tenang selama 90 menit dan akhirnya kami menemukan solusi di lini depan dengan Marco van Basten dan Frank Rijkaard. Kami menang tetapi secara fisik kami tidak dalam kondisi terbaik.

"Arrigo Sacchi pada saat itu mempersiapkan kami dengan sangat baik karena dia bisa melihat, kami tidak dalam kondisi bagus dalam hal fisik. Kami bermain rapat selama 90 menit, kami tidak mengambil resiko dan pada akhirnya kami menemukan solusi di lini depan."