CATATAN: Chelsea Harus Lupakan Legenda Frank Lampard

Topics

Frank Lampard memang legenda Chelsea, namun ia tetaplah ancaman nyata bagi mantan timnya itu dalam persaingan juara Liga Primer Inggris 2014/15.

OLEH LIAM TWOMEY PENYUSUN SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Ketika Dider Drogba kembali ke Stamford Bridge dengan balutan jersey Galatasaray dalam babak 16 besar Liga Champions pada Maret 2014, Chelsea menyambutnya bak pahlawan. Sang striker veteran diberikan hadiah sepatu perak sebelum laga atas kiprah delapan tahun tak terlupakan bersama The Blues. Spanduk berisi pujian dibentangkan di seluruh penjuru stadion, dan ketika ia masuk hingga keluar lapangan, namanya diteriakkan oleh keempat tribun Bridge.
Perdebatan apakah Frank Lampard layak mendapatkan sambutan serupa pada Sabtu (31/1) esok atau Minggu (1/2) dini hari WIB telah membuat fans Chelsea terbelah.
Ada yang beranggapan, apa yang dilakukan Lampard di Manchester City -- bahkan jika sanggup mencegah Chelsea menjadi juara -- tidak akan mampu untuk menghapus cerita indah 13 tahun yang telah dituliskan sang gelandang di buku sejarah Chelsea. Sementara lainnya menilai bahwa kepindahannya ke City telah membuat sisi legendarisnya berkurang.
Melihat situasi seperti ini, menjadi logis apabila Stamford Bridge akhir pekan ini akan terbelah antara sanjungan sepenuh hati dan sambutan dingin. Tak bisa dimungkiri, kebanyakan fans Chelsea masih belum bisa lepas dari hubungan emosional dengan Lampard. Hubungan itu kini telah berubah menjadi hubungan rumit.
Sang legenda Chelsea harus dilupakan sementara pada akhir pekan ini
Fakta pertama yang menyakitkan bagi fans adalah, Chelsea memang sengaja melepas Lampard. “Saya pasti akan bertahan jika Chelsea menawari saya satu tahun lagi. Saya tak punya alasan untuk pergi, namun keputusan [untuk tidak mempertahankan saya] telah dibuat dan saya tidak tahu siapa yang membuat keputusan itu,” ujar Lampard. Sayang, di saat Lampard masih ingin membuktikan diri, ia justru pindah ke rival terbesar Chelsea di Inggris.
Keputusan kontroversial tersebut tetap tidak membuat fans Chelsea melawannya. Fans die-hard yang berkunjung ke Etihad Stadium pada September lalu menunjukkan hal itu, yakni dengan memberikan standing ovation berkelas meski Lampard sanggup mencetak gol penyama ke gawang Chelsea menjelang laga berakhir.
Sejak saat itu, kemarahan mulai muncul. Dimulai dengan terungkapnya fakta bahwa peminjaman Lampard dari New York City FC ke Manchester City ternyata hanyalah transaksi bodong dan menimbulkan kemarahan di Amerika Serikat. Lampard menegaskan, ia tidak terlibat dalam transfer tidak langsung ke Etihad ini, tetapi atmosfer negatif sudah terlanjur menyertainya.
Chelsea sudah mengindikasikan bahwa tidak akan ada celaan pengkhianat ketika Lampard kembali ke Bridge, namun Chelsea juga tidak akan memberikan sambutan spesial. Dan apa yang dilakukan Chelsea ini tidak keliru dan masuk akal.
Lampard jelas merupakan legenda Chelsea yang tidak terbantahkan, atau bisa dibilang merupakan legenda terbesar klub. Namun pada Sabtu besok, sang idola tidak akan kembali dengan jas rapi atau secara kebetulan menjadi lawan di Liga Champions yang memperkuat tim inferior dari negara lain, seperti yang dialami Drogba.

Sebaliknya, Lamps kembali ke Bridge sebagai ancaman. Ia adalah salah satu senjata paling berbahaya yang dikembangkan oleh satu-satunya tim yang bisa menghalangi ambisi Chelsea untuk merebut titel Liga Primer pertama dalam empat tahun terakhir. Bukti itu sudah tertera pada September lalu.
Setelah melihat Lampard meminta maaf karena mencetak gol yang membuat Chelsea kehilangan dua poin, Jose Mourinho mengutarakan sentimennya. “Ketika dia memilih Manchester City, yang merupakan rival utama Chelsea, kisah cinta sudah berakhir. Dia berusaha melakukan tugasnya secara super-profesional, dan dia berhasil melakukannya,” ujar Mou.
Meski demikian, romantisme Chelsea dengan Lampard tak punya tanggal kedaluwarsa. Fans Chelsea yang melontarkan kata-kata negatif kepada Lampard harus dididik ulang, karena Super Frankie adalah representasi dari era Roman Abramovich. Akan sangat picik untuk membiarkan anomali satu tahun ini mengalahkan 13 tahun penuh kegemilangan.
Namun saat ini bukan saatnya untuk memberikan Lampard salut. Fans Chelsea harus mengubur sementara puja-puji mereka terhadap karier gemilang Lampard di London Barat, sebelum menyanjung lagi di lain waktu karena ia memang sang legenda sejati.
Sementara itu, ada dua tim di Stamford Bridge yang bertanding memperebutkan titel juara pada Sabtu ini.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics