CATATAN: Danny Blind Gagal Beri Jawaban Memuaskan

Topics

Pemilihan pemain inti dan miskin inspirasi - debut Danny Blind menempatkan Belanda dalam posisi kritis.

Arjen Robben melontarkan gurauan ketika diperkenalkan sebagai kapten baru timnas Belanda dalam jumpa pers sebelum pertandingan penting menghadapi Islandia, beberapa hari lalu. Sayap kidal Bayern Munich ini mengaku dirinya yang membisikkan susunan tim inti kepada pelatih Danny Blind. Andai saja hal itu benar-benar dilakukan, mungkin Belanda memetik hasil yang lebih baik.

Belanda dalam posisi kritis setelah dikalahkan Islandia 1-0 dalam lanjutan kualifikasi Euro 2016 Grup A. Tak hanya menelan kekalahan pertama di kualifikasi Kejuaraan Eropa sepanjang 52 tahun terakhir, Belanda kini hanya bisa berharap finis di tempat ketiga. Pertandingan tandang melawan Turki akhir pekan nanti menjadi duel hidup mati bagi Oranje.

Pada saat bersamaan, Belanda tertolong oleh gol telat Latvia yang memaksa Turki harus puas bermain 1-1. Kemujuran nyaris bertambah kalau saja Kazakhstan berhasil menciptakan kejutan, sayangnya gol di pengujung pertandingan sukses memenangkan tuan rumah Ceko. Nasib Belanda untuk lolos ke Prancis kini ada di tangan sendiri.

Namun, debut kepelatihan Blind meragukan. Setelah naik jabatan menggantikan tugas Guus Hiddink, hampir tak terlihat inspirasi yang diharapkan publik. Pilihan susunan tim inti Blind mengundang pertanyaan. Sebelum laga berlangsung sempat beredar rumor dimainkannya Jairo Riedewald sebagai bek tengah. Vurnon Anita juga dipertimbangkan sebagai salah satu gelandang.

Blind malah memilh Bruno Martins Indi. Bek FC Porto ini baru tampil sekali membela timnya musim ini. Kartu merah yang didapat merefleksikan ketidaksiapan Martins Indi dalam mengantisipasi tekanan di laga internasional. Jeffrey Bruma malah lebih menjanjikan sebab menit bertandingnya di level klub lebih tinggi.

Di posisi bek kanan, Blind memilih Gregory van der Wiel. Daryl Janmaat dianggap terlalu rentan melakukan kesalahan - setelah blunder yang dibuatnya saat melawan Ceko. Van der Wiel rupanya bukan pilihan tepat. Konsentrasi bermain pemain 27 tahun ini terganggu dengan ketidakpastian status di Paris Saint-Germain. Pelanggaran yang dilakukan Van der Wiel membuahkan penalti kemenangan lawan.

Pilihan susunan tim inti Blind lain yang dapat dipertanyakan adalah memainkan Davy Klaassen di posisi No.6. Blind rupanya tidak belajar dari eksperimen Frank de Boer. Di Ajax musim lalu, posisi tersebut beberapa kali dibebankan kepada Klaassen. Tapi mungkin Blind tak pernah bertanya-tanya apa alasan De Boer mendatangkan gelandang AZ Alkmaar Nemanja Gudelj di bursa transfer lalu.

Posisi gelandang bertahan tidak memaksimalkan kemampuan Klaassen. Kapten Ajax ini cakap dalam mengambil posisi di kotak penalti lawan. Banyak gol yang dicetak Klaassen berkat sokongannya dari lini kedua, seperti golnya ke gawang Spanyol dalam laga ujicoba, April lalu. Sayangnya, tugas itu lebih banyak diserahkan kepada Georginio Wijnaldum.

Pekerjaan Blind yang paling besar adalah mengembalikan kepercayaan diri tim. Moral pemain Belanda luluh lantak sejak akhir menit 20-an ketika Robben mengalami masalah pangkal paha. Tak lama berselang, datang pula kartu merah Martins Indi akibat gesekan sepele dengan Kolbein Sigthorsson. Rencana ideal yang disusun Blind buyar seketika. Kecuali dua-tiga pemain, seperti Jasper Cillessen, Stefan de Vrij, dan Memphis Depay, sindrom inferior complex yang menjangkiti skuat pasca-Piala Dunia Brasil kembali muncul.

Sepertinya tak bisa mengharapkan performa yang lebih baik di Turki kecuali mungkin jika Blind menolak bersikap pragmatis. Kompromi pernah dilakukan pendahulu Blind seperti Van Gaal dan Marco van Basten. Van Gaal mengeset ulang formasi tim dengan tiga bek, sedangkan Van Basten memeragakan counter football yang cepat dan efektif saat mengikuti Euro 2008.

Blind pernah menjadi asisten Van Gaal dan kini Van Basten duduk mendampinginya di area teknik. Keputusan memanggil Virgil van Dijk dan Jeremain Lens usai pertandingan harus dipuji karena merupakan langkah cepat mencari solusi. Sekarang, untuk menyelamatkan langkah Belanda, apakah Blind sudah cukup mendapat pelajaran untuk berani mengubah?

Topics