CATATAN: Didier Drogba Bukan Pajangan Di Chelsea

Striker veteran, Didier Drogba, membuktikan bahwa dirinya masih bisa diandalkan oleh Chelsea.

OLEH GEORGE ANKERS PENYUSUN TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Ada yang bilang bahwa Anda tidak boleh kembali lagi dan ada kekhawatiran Didier Drogba akan memudarkan masa emasnya dengan kembali bergabung ke Chelsea sebagai striker pilihan ketiga pada musim panas ini.

Pemain asal Pantai Gading itu mengakhiri karir pertamanya di Stamford Bridge dengan sempurna, yaitu mengantarkan The Blues menjadi juara Liga Champions, tetapi Drogba sekali lagi menegaskan bahwa dirinya bukan hanya pajangan tetapi pemain yang sangat krusial musim ini.

Di usia 36 tahun, mudah bagi orang-orang untuk meragukan apa yang bisa diberikan oleh Drogba pada sebuah klub yang mengincar prestasi tertinggi di level tertinggi. Tetapi tiga gol dalam tiga pertandingan selama delapan hari, adalah hal yang sangat impresif.

Pelatih Jose Mourinho memang terpaksa harus mengandalkan jasanya. Diego Costa, yang menjadi striker ganas sejak direkrut dari Atletico Madrid, harus absen karena masuk rumah sakit. Sementara Loic Remy juga harus istirahat karena mengalami cedera saat berlaga di Liga Champions.

Alhasil, Drogba keluar dari bayang-bayang para striker utama dan kemudian terlibat secara penuh untuk pertama kalinya sejak comeback, dan tanpa perlu menunggu waktu lama ia sukses mencetak gol untuk pertama kalinya melalui titik putih ke gawang Maribor.

Pada akhir pekan kemarin, Drogba nyaris membawa Chelsea meraih kemenangan atas Manchester United, seandainya Robin van Persie tidak mencetak gol di menit akhir pertandingan. Dan kemudian, dua hari berselang, Drogba kembali menciptakan satu gol dan terlibat dalam gol bunuh diri yang memastikan kemenangan klub atas Shrewsbury Town di Piala Liga.

MASIH BUAS! | Didier Drogba mencetak gol ketiganya untuk Chelsea musim ini

Tim Chelsea manapun seharusnya sudah cukup untuk menghadapi klub League Two tersebut, terutama dengan hadirnya pemain seperti Oscar, Andre Schurrle dan Mohamed Salah, tetapi tuan rumah menampilkan perlawanan sengit dan berani.

The Blues sendiri tampak kesulitan, dengan Schurrle dan Salah gagal mengonversi peluang emas menjadi gol, sehingga membuat Shrewsbury semakin percaya diri dalam melakukan serangan ke pertahanan tim tamu.

Ini adalah pertandingan yang bisa dikatakan, Chelsea akan kalah apabila mengandalkan striker-striker musim lalu, seperti Fernando Torres, Samuel Eto'o atau Demba Ba. Tetapi Drogba menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki kemampuan untuk mengubah pertandingan meski tidak sehebat dulu.

Kepercayaan dirinya dalam menyelesaikan peluang memanfaatkan kombinasi Schurrle-Salah dan tekanannya terhadap Jermaine Grandison sebelum mencetak gol menunjukkan bagaimana ia memanfaatkan pengalamannya untuk bisa menuntaskan pekerjaan.

Bahkan, sebagai kapten, ia juga masih memperlihatkan kepemimpinan yang bagus dengan menghibur pemain seperti Salah ketika pemain asal Mesir itu melepaskan tembakan yang jauh dari sasaran.

Namun, umur Drogba jelas menimbulkan kekhawatiran tentang berapa lama dia akan bertahan bermain secara reguler. Kebanyakan pemain akan merasa tersiksa ketika bermain dua kali dalam jeda 48 jam, terlebih lagi para striker Chelsea masih belum jelas kapan akan pulih.

Cedera Costa cukup misterius dengan Mourinho menyalahkan pelatih timnas Spanyol Vicente del Bosque atas kondisi pemainnya tersebut, sementara Remy juga masih belum terlihat di bangku cadangan saat mengunjungi Old Trafford.

Beruntung bagi Chelsea, Drogba bukan hanya menjadi pajangan kehormatan di Stamford Bridge. Ia mampu memberi bukti ketika timnya berada dalam situasi yang sangat buruk sekalipun.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics