CATATAN: Guam, Dari Sekadar Penggembira Menjadi Kejutan Baru Sepakbola Asia

Guam menyita perhatian publik Asia dengan meraih hasil sempurna dalam dua laga kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra Turkmenistan dan India, apa cerita di balik itu?

Tim nasional Guam. Dari namanya mungkin banyak orang tak mengenal kesebelasan sepakbola tersebut. Maklum, Guam hanyalah negeri kecil yang terletak di lautan pasifik atau tepatnya 1,626 mil di selatan wilayah kepulauan Jepang.

Tim Matao, sebagaimana skuat Guam dijuluki juga tak pernah memiliki prestasi membanggakan di kancah sepakbola internasional jauh sebelum ini. Bahkan negara yang masuk ke dalam wilayah teritori khusus Amerika Serikat tersebut sekadar menjadi bulan-bulanan dalam partisipasinya dalam beberapa turnamen di Asia.

Mengawali debut di kualifikasi Piala Dunia pada 2002 silam, Guam yang merupakan salah satu anggota FIFA dengan wilayah maupun populasi penduduk terkecil - estimasi sekitar 180,000 penduduk - tak mampu berbicara banyak setelah dihajar Iran dan Tajikistan masing-masing dengan skor 19-0 dan 16-0. Dalam periode tersebut juga Guam mencatatkan kekalahan terbesar dalam sejarah mereka saat dilibas Korea Utara 21-0 dalam sebuah laga Piala Konfederasi Asia Timur (EAFF) pada 2005.

Tak heran jika Guam lebih sering berkutat di posisi terbawah peringkat dunia FIFA sejak resmi bergabung pada 1996. Rentetan hasil buruk tersebut membuat Federasi Sepakbola Guam (GFA) terlecut untuk membawa perubahan, melakukan terobosan dengan membangun pusat pelatihan nasional berbasis di ibukota Hagatna dan salah satu yang paling krusial adalah merekrut sosok pelatih ambisius asal Inggris, Gary White pada 2012 lalu.

Gary White, sentuhan tangan dingin dan kejeniusannya mampu mengangkat prestasi Guam

Sejak melakukan pembenahan, era kebangkitan dimulai dan hasil positif pun mulai dirasakan Guam. White adalah pelatih yang mampu menghadirkan kultur sepakbola secara mendalam bagi masyarakat Guam, membawa tim menapak perlahan di tangga peringkat FIFA hingga posisi ke-160 pada Februari 2014 lalu, sederhana memang namun itulah titik tertinggi dalam sejarah mereka.

"Target kami adalah menjadikan Guam sebagai tim kompetitif di Asia dan dalam sepuluh tahun ke depan kami memiliki visi untuk menjadi lima besar kekuatan di Asia Timur," ujar juru taktik 40 tahun itu saat menjabarkan visinya pada SBS.

"Di Guam, sekarang sepakbola menjadi olahraga nomor satu yang gemar dilakukan masyarakat. Kami memiliki ribuan anak-anak berusia antara lima hingga delapan tahun yang bermain bersama klub masing-masing dalam liga usia dini yang terstruktur secara baik."

"Pusat pelatihan tim nasional kami juga sangat bagus, yang sejauh ini belum dimiliki oleh sejumlah klub profesional kami. Hanya membutuhkan $5 juta untuk mewujudkan itu, yang merupakan proyek bantuan dari FIFA, mereka membangun semua fasilitas secara lengkap dan benar-benar moderen termasuk menyentuh sektor futsal dan sepakbola pantai selayaknya yang dimiliki negara-negara maju lainnya."

Selain fokus dalam mengembangkan talenta lokal, GFA juga mengambil kebijakan untuk mengembangkan prestasi jangka pendek tim nasional mereka dengan memanfaatkan tenaga pemain keturunan yang berada di mancanegara, di mana kebanyakan berkiprah di kompetisi Amerika Serikat.

Salah satu nama besar yang mampu mereka yakinkan agar mengambil keputusan untuk membela Guam adalah bek andalan LA Galaxy, AJ DeLaGarza.

"Sebuah kesempatan bagi saya untuk dapat bermain dan membantu Guam untuk mengembangkan level mereka di pentas internasional. Tentu akan ada harapan besar, tapi saya bukanlah sosok penyelamat," tutur pemain 27 tahun itu saat menerima panggilan pertama pada 2013 lalu.

"Saya berharap dapat memberikan warna baru bagi skuat Guam dan juga tentunya dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak yang ingin menjadi pemain profesional dan memiliki mimpi untuk membela Guam di masa mendatang."

Di benua Asia, Guam mungkin adalah salah satu negara yang punya ambisi besar dalam mengembangkan sepakbola mereka. Proses menuju masa depan cerah sudah mereka jalankan dengan benar, dan perlahan membuahkan hasil yang boleh dibilang mengejutkan bagi publik awam.

Jadi, apa yang ditorehkan mereka hingga melaju ke babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2018 dan Piala Asia 2019 dengan meraih dua kemenangan beruntun dengan menumbangkan Turkmenistan 1-0 serta membungkam India - negeri dengan populasi jutaan lebih banyak dari mereka - dengan skor 2-1 pekan ini bukanlah kebetulan maupun kejutan semata...