CATATAN: Larisnya Pemain Semen Padang Yang Memunculkan Kerisauan

Semen Padang merelakan para pemain mereka dipinjam klub lain untuk tampil di Piala Presiden 2015.

Suporter Semen Padang FC pantas bersedih, ketika klub-klub Indonesia Super League (ISL) kembali tampil di ajang Piala Presiden 2015. Soalnya, tim kesayangan mereka memilih menjadi penonton saja. 

Alasan manajemen tim tak ikut turnamen ini karena tak ada biaya, disebabkan pihak sponsor yang dalam hal ini PT. Semen Padang sudah memutus aliran dana. Konon titah dari perusahaan pabrik tertua di Indonesia itu, dana baru ada kalau sudah ada kompetisi resmi. Selain itu? tidak ada cerita!

PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) yang mengelola tim, bukannya tak berusaha. Hanya saja proposal dana yang diajukan untuk ikut Piala Presiden tak digubris direksi perusahaan. Karena sebelumnya sudah ada komitmen; ada kompetisi resmi ada dana. Selain itu jangan harap.

Pihak direksi bersikukuh karena Piala Presiden bukan digelar oleh PSSI selaku pemegang regulasi kompetisi resmi, adalah alasan yang dianggap paling pas. Selain itu, mereka menilai hanya membuang energi alias menghamburkan uang tanpa sasaran yang jelas di turnamen yang sifatnya mengisi kekosongan kompetisi.

Mungkin tidak salah apa yang menjadi komitmen direksi PT. Semen Padang itu, karena mereka juga dituntut sangat hati-hati memperhitungkan setiap rupiah yang dikeluarkan. Ditambah, sang direktur utama yang ditengarai tak menggandrungi sepakbola. Maka lengkaplah sudah, dan Semen Padang pun terpaksa jadi penonton di Piala Presiden. 

Tetapi Semen Padang punya cara lain untuk "ikut" turnamen yang diikuti 16 klub tersebut. Ya, manajemen Semen Padang dengan sukarela meminjamkan para pemain mereka yang katanya masih terikat kontrak, untuk membela klub lain di Piala Presiden.  

Semen Padang tak ubahnya menjadi bank pemain. Para pemain yang dinilai punya potensi besar laris manis dipinjam klub-klub peserta turnamen gelaran Mahaka Sports and Entertainment itu. Semen Padang berbesar hati meminjamkan pemainnya, hanya dengan syarat pinjaman yang sangat lunak. 

Tak ada uang, apalagi pinjaman berbunga. Manajemen Semen padang hanya meminta klub peminjam menjaga para pemain sebaik-baiknya. Kalau cedera tolong diobati sampai sembuh, di samping nutrisi dan gizi mereka juga dipenuhi. Kalaupun mereka dibayar atau dapat bonus di klub peminjam, semuanya menjadi hak pemain. Manajemen tak sepeserpun ingin ambil bagian. 

Tak heran, jika starting XI Semen Padang yang sebelumnya sudah sangat siap berkompetisi dan diasah sematang mungkin oleh pelatih Nilmaizar sebelum kompetisi dihentikan regulator, sangat laku keras dipinjam klub lain. 

Para pemain Semen Padang tersebar di berbagai klub pada turnamen Piala Presiden.

Jafri Sastra, mantan pelatih Semen Padang yang dapat kontrak pendek untuk Piala Presiden dari Mitra Kukar, langsung memboyong lima mantan anak buahnya di Semen Padang ke Tenggarong. Jafri tahu benar jika Eka Ramdani, Hendra Bayauw, Airlangga Sucipto, dan Saepulloh Maulana akan dapat membantunya di Mitra Kukar. 

Persija Jakarta pun tergiur pemain tim Kabau Sirah. Maka Rahmad Darmawan pun membuka pintu masuk bagi tiga pemain, yakni M. Nur Iskandar, Vendry Mofu, dan Irsyad Maulana. Di laga perdana melawan Bali United, Nur dan Mofu langsung dimainkan sejak menit awal. Sayang, Irsyad Maulana mengalami cedera sehingga tak cukup fit dimainkan. 

Sriwijaya FC juga tak ketinggalan ikut mencicipi pemain Semen Padang, maka dipinjamlah legiun asing asal Korea Selatan, Yu Hyun-ko. Sedangkan Persiba Balikpapan yang butuh kiper, melayangkan surat peminjaman untuk kiper utama Semen Padang, Jandia Eka Putra. Di samping itu, tim Beruang Madu juga mengamankan jasa Seftia Hadi yang memutuskan kontrak dengan Semen Padang. 

Satu lagi, Ricky Ohorella justru menyetujui pinjaman Persiba Bantul yang main di turnamen Piala Kemerdekaan, yang kemudian memperkuat Persipasi Bandung Raya di Piala Presiden. 

Yu Hyun Koo memperkuat Sriwijaya FC untuk Piala Presiden.

Jika dilihat, para pemain Semen Padang yang dipinjam tim lain, sepertinya starting XI skuat Nilmaizar itu tak tersisa dipinjam. Hanya tiga pemain yang tidak dipinjam, yaitu Esteban Vizcarra, Hengki Ardiles, dan Goran Gancev. 

Pertanyaannya, apakah larisnya pemain Semen Padang dipinjam untuk Piala Presiden, hanya  karena faktor syarat lunak manajemen atau memang karena kualitas mereka?   

Tapi yang lebih merisaukan para suporter, tak lain tak bukan adalah perasaan "aneh" melihat para pemain kesayangan mereka di lapangan dengan seragam tim lain. Walau masih bisa menonton aksi para idola mereka, tapi tentunya tanpa rasa bangga yang sempurna.

Tak hanya merasa aneh, tapi juga sedikit galau jika peminjaman itu menjadi pintu keluar sesungguhnya bagi para pemain. Akan menjadi pukulan yang telak bagi para suporter jika mereka harus kehilangan pemain seperti Eka Ramdani, Irsyad Maulana, Hendra Bayauw, Yu Hyun-ko dan lain-lainnya. Bahkan sang ikon, Vizcarra pun bisa minggat jika manajemen tak serius menjaganya.(gk-33)

Topics
, Semen,