CATATAN Liga Primer Inggris: Dunia Belum Berakhir Untuk Manchester United

Kekalahan perdana di musim ini tidak bisa dijadikan penghakiman mengingat perjalanan masih panjang.

OLEH ADHE MAKAYASA Ikuti di twitterKlub penghuni urutan ketujuh Liga Primer Inggris musim lalu, Manchester United, baru saja mengalami kekalahan perdana di musim ini dari Swansea City, tim yang sejatinya mereka kalahkan pada laga pembuka musim sebelumnya.Di pertandingan itu, United harus tertinggal terlebih dahulu setelah Ki Sung-Yueng mencetak gol di babak pertama sebelum akhirnya disamakan oleh Wayne Rooney di awal babak kedua. Akan tetapi, sebuah gol pamungkas dari Gylfi Sigurdsson membuat tuan rumah tertunduk lesu sebagaimana Louis Van Gaal menandai debut resminya di Theatre of Dreams dengan kekalahan.
Kalah | United harus menelan kekalahan di laga perdana musim ini.
Banyak orang lantas mengkhawatirkan tentang deja vu penampilan buruk musim lalu yang mungkin terjadi lagi di musim ini. Same old story, United masih terlihat linglung dan kurang pede untuk menunjukkan kualitas mereka lantaran dibayang-bayangi kegagalan.Melawan Swansea, para pemain United memang mampu menguasai permainan, tapi mereka memiliki kelemahan dalam melancarkan serangan yang benar-benar mampu 'menyakiti' pertahanan lawan. Jika Anda melihat pertandingan itu, Rooney beserta kolega lebih banyak melakukan back pass ke lini belakang selagi formasi 3-5-2 yang belum terlalu apik diterapkan.Dalam sistem baru tersebut, trio bek yang dipercayakan kepada Phil Jones, Chris Smalling dan Tyler Blackett masih canggung dan bingung soal pembagian tugas. Untuk permasalahan ini, hanya Jones yang tampil gemilang mengawal pertahanan sementara Smalling dan Blackett kerap memberikan long ball ke lini depan yang kurang efektif.Gelandang Ander Herrera juga gagal menampilkan permainan apik seperti saat pramusim dan tidak berhasil untuk memberikan umpan-umpan terobosan yang menjadi kelebihannya hingga akhirnya ia digantikan oleh Marouane Fellaini di menit ke-67. Tak jauh beda dengan rekrutan baru itu, Juan Mata juga tidak begitu istimewa performanya selagi lini depan yang otomatis hanya dijalankan oleh Rooney.
Minim Dukungan | Rooney praktis bekerja sendirian di lini depan.
Meski mendapati timnya kalah, Rooney, yang dipercaya sebagai kapten, mencoba berpikir positif dan memilih untuk menatap laga ke depan, yakni pertandingan tandang melawan Sunderland pada akhir pekan nanti."Kami memiliki delapan hari sebelum pertandingan berikutnya," ujar Rooney kepada MUTV. "Kami harus mempersiapkan diri dengan baik dan melupakan hasil ini. Kami harus memulai musim dari sana. "Pertandingan ini [melawan Swansea] sejatinya ingin kami menangi guna memulai musim kami, namun kami belum sanggup melakukan itu. Kami harus belajar dari apa yang salah selama pekan ini. Kami akan melakukan itu. Saya kira hari ini kami tidak bermain bagus sebagai sebuah tim seperti seharusnya. Kami harus segera memperbaiki ini," imbuhnya.Senada dengan Rooney, gelandang sekaligus wakil kapten Darren Fletcher juga tak mempermasalahkan hasil di laga kemarin meski timnya dihujani banyak kritik menyusul kekalahan 2-1 dari Swansea.Menanggapi kritikan itu, Fletcher menilai hal tersebut hanya akan menjadi alat untuk memotivasi mereka guna meraih hasil yang baik di akhir musim. "Orang sudah menunggu kesempatan untuk bisa mengejek United selama bertahun-tahun dan sekarang mungkin jadi waktu yang tepat," jelas Fletcher kepada Football365. "Saya yakin kami akan memiliki musim yang bagus. Semua pemain meyakininya. Komentar miring memberikan kami determinasi besar, tak diragukan lagi," tegasnya.
Optimistis | Fletcher meyakini timnya akan memiliki musim yang bagus.
United memang boleh kalah di pertandingan perdana musim ini. Namun sisi positifnya adalah perjalanan masih panjang dan mereka memiliki sejumlah waktu untuk memperbaiki diri. Tak ketinggalan, masih ada waktu tersisa untuk mendatangkan pemain baru sebelum bursa transfer musim panas benar-benar ditutup.Mengenai ini, legenda Setan Merah seperti Paul Scholes menyebut sektor gelandang sebagai lini yang harus ditingkatkan mengingat posisi sentral tersebut belum cukup berkualitas untuk dijadikan senjata guna menghadapi tim-tim mapan lainnya."Kualitas dari ujung ke ujung, terlihat masih kurang," ujar Scholes. "Van Gaal sekarang tahu apa yang ia butuhkan dari para pemain. Tapi, saya rasa ia sebelumnya sudah tahu, dan sekarang menjadi lebih tahu." "Kami tentu butuh pemain-pemain dari awal. Apakah ia [van Gaal] baru dari Piala Dunia, itu bukan faktor yang menjadi masalah. Di sektor gelandang, kualitasnya belum ada," tutupnya.Buruknya penampilan United juga mendapat sorotan dari legenda Liga Primer Inggris, Alan Shearer. Dalam pandangannya, Van Gaal sedikitnya membutuhkan tiga pemain berkelas dunia, yang nantinya diharapkan bisa memberi pengaruh positif dalam usaha The Red Devils untuk bangkit dan bahkan meraih gelar liga musim ini. "Buruknya performa yang sudah terjadi, dan hasil yang buruk pula, bisa menjadi sebuah berkah yang terselubung. Sebab, itu sebagai ucapan kepada pemilik uang di Manchester United kalau mereka membutuhkan sedikitnya tiga pemain berkelas dunia," ujar Shearer kepada BBC Sport."Mereka membutuhkan dana besar untuk belanja besar-besaran, pemain-pemain top yang bisa membawa mereka kembali ke posisi empat besar, apalagi bersaing untuk memenangi kejuaraan."Sebagai penutup, Van Gaal yang menjadi juru taktik lantas mencoba mengevaluasi kekalahan ini dan menilai timnya masih memiliki peluang terlepas hasil buruk melawan The Swans."Kami tidak mencapai level yang semestinya," ujar Van Gaal kepada MUTV. "Itu adalah alasan utamanya. Karena itu, kami tidak bermain sebagai sebuah tim. "Meski demikian, kami memiliki banyak peluang untuk memenangkan pertandingan ini. Kami memberikan banyak ruang di babak kedua. Kami bermain dengan lebih banyak menekan. Mereka mencetak satu gol dari dua kesempatan di babak kedua. "Hasil ini tentu mengecewakan buat fans. Mereka mengharapkan hal yang lebih karena kami selalu memenangkan laga pramusim. Kemudian Anda kalah di laga perdana. Itu jelas mengecewakan buat fans, juga untuk para pemain dan saya. Ini benar-benar hari yang buruk untuk kita. "Kami membuat jejak dan Anda harus belajar dari itu. Kami ini bukan sang juara. Swansea juga bukan juara karena mereka mengalahkan kami. Pada akhir musim, kita akan tahu siapa yang akan menjadi juara dan siapa yang belajar dari jejak yang telah dibuat."Kalah di pertandingan pertama jelas bukan akhir dari dunia. Para pendukung tentu masih bisa bermimpi bahwa suatu saat nanti timnya akan kembali merajai kompetisi. Untuk itu, menarik disimak mengenai akhir perjalanan mereka di 37 pertandingan tersisa. Selamat menikmati musim baru!

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics