CATATAN: Mengapa Atletico Madrid Sulit Dipandang 'People Champions'

Topics

Seperti rasisme, finansial isu sensitif di Eropa. Kerap menunggak dan tidak transparan soal transfer dalam 20 tahun terakhir membuat kisah Atleti tidak seromantis yang dibayangkan.

CATATAN PETER STAUNTON PENYUSUN GUNAWAN WIDYANTARA Tidak ada yang salah jika dikatakan sebagian fans sepakbola di Eropa ingin melihat kejutan dilahirkan Atletico Madrid di Liga Champions. Godaan jadi saksi mata terciptanya evolusi di bawah komando pelatih Diego Simeone dari jawara Liga Europa ke penguasa kompetisi antarklub paling elit di Eropa sulit ditolak.Simeone sukses membangun sebuah unit pintar dengan komitmen tinggi yang bisa mengganggu tim-tim yang selama ini diberi label elit di Eropa bahkan dunia. Sebuah tim yang sanggup merampas empat poin dari Real Madrid di La Liga Spanyol - termasuk menghajar mereka di final Copa del Rey musim lalu - mengeliminasi Barcelona dari Liga Champions musim ini, hingga sekarang status raja baru sepakbola Spanyol.Sayangnya keberhasilan ini belum bisa mematahkan keglamoran dua tim pencipta Clasico. Jangan salah artikan, kesuksesan Simeone pantas mendapat sanjungan, sayangnya Atletico belum bisa menyambar status juara publik karena andai disematkan, hal ini bisa mengaburkan sejarah. Dalam beberapa tahun ke belakang klub ibu kota Spanyol tidak bisa melepaskan diri dari masalah sepakbola modern yaitu, kepemilikan pihak ketiga, utang berliku dan lari dari tanggung jawab.Atletico adalah klub terbesar ketiga di Spanyol - dalam hal pendapatan dan dukungan - tetapi mereka selalu terbelit kesulitan sejak beralih menjadi perusahaan terbuka pada 1992. Ketika Jesus Gil menjadi pemegang saham mayoritas, manajemen finansial Atletico selalu dipertanyakan.Klub ini seperti tidak menghormati regulasi dan pentingnya kebijakan fiskal di sejarah modern. Mereka terdegradasi pada 2000 tidak lama setelah pihak berwenang memeriksa kantor klub pada kasus Caso Atletico. Episode ini menggiring Gil ke balik jeruji besi selama tiga setengah tahun, plus hukuman terhadap Enrique Cerezo dan Miguel Angel Gil Marin - yang hingga detik ini masih berada di klub. Setelah terdegradasi, Atletico tidak membayar pajak selama dua tahun, dengan cara ini mereka menghindar beban €46 juta sejalan dengan percepatan tim keluar dari Segunda.Godfather modern Atletico | Jesus Gil dahulu pemilik saham mayoritas, meninggal dunia pada 2004Pada 2012, mereka dihadapkan dengan utang yang mencapai €517 juta termasuk €171 juta tunggakan pajak. Pemerintah Spanyol seharusnya bisa melakukan hal yang lebih baik dari memberi keringanan Atletico bunga 4.5 persen untuk membayar tagihan pajak €15 juta per tahun.Anehnya, ketika situasi ekonomi Spanyol menukik - tingkat pengangguran berada di angka 26 persen, Atletico punya kesempatan untuk meringankan kondisi. "Pemerintah tidak bisa menuntut pembayaran tanpa melumpuhkan klub dan membuat supoter kecewa," ujar profesor ekonomi dan finansial Jose Maria Gay pada Die Welt 2012 lalu. "Mempertimbangkan situasi ekonomi yang sedang dihadapi, menjadi sebuah langkah yang tidak masuk akal untuk mengambil keputusan mematikan fungsi yang bisa mempengaruhi imej sebuah kompetisi yang punya nilai komersial."Situasi di atas bisa diartikan kelemahan adalah pemenangnya. Uli Hoeness, yang saat itu menjabat sebagai presiden Bayern Munich, mengekspresikan rasa frustasi merujuk pada bailout EU pada Spanyol pada 2012. "Ini tidak masuk akal pikiran," ungkapnya. "Kami membayar ratusan juta untuk menolong mereka keluar dari kesulitan, kemudian klub tidak tidak membayar utang."Tidak membayar utang adalah modus operandi Atletico di bawah Gil. Meskipun pada akhirnya mereka mulai membayar tunggakan pajak, secara teori mereka tidak akan melunasi apa yang mereka pinjam hingga dekade berikutnya. Tidak peduli kritikan yang datang, Atletico terus melakukan pengeluaran. UEFA sempat menahan hadiah uang atas keberhasilan tim merajai Liga Europa karena melanggar regulasi Finansial Fair Play pada 2012. Atletico adalah salah satu tim yang mendapat sanksi pertama aturan ini meski pada akhirnya dicabut. Tidak sulit mencari alasan, mengapa mereka sekarang naik ke permukaan.Tidak lama setelah mendapat keuntungan dari penjualan Sergio Kun Aguero ke Manchester City, sukses meminimalkan beban pajak, Atleti mencapai kesepakatan pembelian Radamel Falcao dari Porto dengan harga tidak murah senilai €40 juta. Tetapi Atletico tidak bisa merampungkan pembelian tersebut sendirian lalu muncul Doyen Sports Group yang disebut menebus 50 persen beban transfer.Falcao memang menikmati momen terbaik karirnya bersama Ateltico, tetapi tim itu tidak pernah pantas menggunakan jasanya atau dengan kata lain Atletico tidak pernah bisa membayarnya. Namun Falcao bukan satu-satunya. Menurut investigasi yang digelar pada 2013, ditemukan hanya enam pemain anggota tim utama yang dimiliki sepenuhnya oleh klub. Di tengah-tengah kesulitan yang membelit, selama periode 2002-2009 mereka masih bisa menghamburkan €160 juta net di bursa transfer. Memburu pemain terbaik di dunia dengan tunggakan segudang.

Meski dengan bantuan Doyen pada transfer Falcao, Atletico tidak juga bisa merampungkan kewajiban pada Porto. Menurut beberapa laporan, klub Portugal nyaris mengadukan kasus ini pada FIFA demi mencari solusi karena Rojiblancos tidak bisa membayar cicilan. Setelah kabar ini naik ke permukaan, nama Doyen muncul di kit Atletico.Terkait sponsor kit, Atletico tengah menjalani kesepakatan kedua dengan departemen pariwisata Azerbaijan - sebuah kesepakatan yang membuat dahi berkerenyit. Negosiasi ini menghasilkan €12 juta untuk perjanjian selama 18 bulan. Penyelewengan hak-hak asasi manusia di negara tersebut melahirkan debat kusir terkait sponsor.Lebih jauh lagi, pada 2011 Atletico dilaporkan menumpuk utang €52 juta pada staf klub atau dengan kata lain sekitar 81 persen dari total tagihan gaji. Di musim terakhirnya bersama klub, Diego mengajukan keluhan tak dibayar sekitar €59.000.Untuk sekarang stabilitas mulai terasa di Vicente Calderon jelang kepindahan mereka ke markas anyar Olympic Stadium pada 2016 namun kerajaan ini dibangun dengan pondasi rapuh. Seberapa lama Simeone bertahan di sana? Akankah dia diberi dana raksasa untuk menambah kekuatan tim? Mungkinkah mereka akan mengulang sejarah dengan menjual pemain terbaik seperti Aguero, David de Gea lalu Diego Costa?Kesuksesan musim ini bisa jadi satu-satunya kesempatan untuk berjaya di kompetisi domestik dan internasional dalam periode lama. Atleti bisa bertahan karena masih melakukan kegiatan kehidupan elit di atas penderitaan orang lain. Masa-masa pengetatan ikat pinggang mulai tampak di cakrawala.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.