CATATAN: Menjamu AC Milan Jadi Ujian Berat Bagi AS Roma

AS Roma harus dihadapkan dengan persoalan pelik dengan absennya beberapa pemain kunci dan juga pelatih Rudi Garcia kala menghadapi AC Milan dini hari nanti (21/12).

OLEH YOSUA EKA PUTRA

Laga ke-165 antara AS Roma dan AC Milan bakal mewarnai giornata terakhir Serie A Italia tahun ini. Sebelum jeda paruh musim, kedua kubu mengharapkan kado natal yang sama yaitu tiga poin dari laga yang dihelat pada Sabtu (20/12) tersebut. I Gialorossi mendapat keuntungan di pertemuan pertama kontra Milan musim ini dengan bermain di Olimpico. Namun, apakah dukungan dari para tifosi menjadi modal yang cukup bagi Roma atau justru Milan yang mampu unjuk gigi di Olimpico?

Kondisi Roma saat ini ibarat serigala yang sedang terluka. Bagaimana tidak? Sejumlah pilar terpaksa absen saat melawan Milan, seperti Miralem Pjanic, David Astori dan Jose Holebas. Jantung pertahanan praktis bakal dihuni Mapou Yanga-Mbiwa dan Kostas Manolas menyusul absennya Astori yang bisa jadi pilihan utama. Sementara, posisi bek kiri kembali dipercayakan kepada Ashley Cole.

Hal itu tak pasti menjadi solusi jitu. Beberapa waktu terakhir, Cole digosipkan bakal hengkang pada Januari mendatang lantaran sulit beradaptasi di Italia. Faktor usia membuat performanya menurun, berbeda dengan Holebas yang tengah on fire.

Manolas dan Yanga-Mbiwa berduet (sejak kick-off) dalam 11 pertandingan di semua ajang resmi musim ini, tetapi hanya tiga kali gawang Roma tak kebobolan. Dari delapan duet terakhir mereka, cuma satu kemenangan mampu diraih Roma yakni melawan Torino. Sisanya berujung dengan lima kekalahan dan dua seri.

Meski belum lama pulih dari cedera, Kevin Strootman bisa jadi alternatif pengganti Pjanic dan berkolaborasi dengan Daniele De Rossi serta Radja Nainggolan. Tiga gelandang ini bakal bekerja ekstra keras menahan gempuran serangan pemain Milan dan membantu sektor belakang. Pjanic merupakan pemain terbaik kedua Roma dalam melepaskan key passes (2.1) setelah Francesco Totti. Sedangkan Strootman ada di posisi kedua dengan 1.5 key passes hanya dalam dua laga.

Masalah juga datang dari sisi psikologis. Pasalnya, Roma tak akan ditemani allenatore Rudi Garcia yang juga mendapat sanksi. Ditambah, mereka baru tersingkir dari Liga Champions usai dikalahkan tim tamu Man. City di laga terakhir fase grup.

Di lini depan, sayap-sayap lincah milik Roma siap meneror barisan belakang I Rossoneri. Kecepatan Gervinho, pengalaman dan kualitas sang kapten Francesco Totti bakal jadi tumpuan serta ketajaman Adem Ljajic yang merupakan top skorer Roma dengan enam gol. Andai mengalami kebuntuan, Mattia Destro, top skorer kedua Roma dengan empat gol bisa jadi momok bagi Milan.

Di lain sisi, grafik performa Milan saat ini terbilang lebih baik dibanding musim lalu kala dilatih Massimiliano Allegri yang kemudian dilanjutkan Clarence Seedorf. Di bawah kendali Filippo Inzaghi, para pemain merasa nyaman saat bermain. Baru tiga kekalahan ditelan I Rossoneri.

Permainan Milan yang inkonsisten masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Inzaghi. Timnya kerap kehilangan poin saat melawan klub medioker. Dua dari tiga kekalahan musim ini diderita kala melawan klub promosi Palermo dan Genoa yang secara materi skuat kalah dari Milan.

Kemenangan 2-0 atas Napoli di pertandingan terakhir menjadi bekal positif bagi I Rossoneri. Apabila mampu mengatasi Roma, bukan tidak mungkin pertanda kebangkitan Milan pun bakal terjadi. Setidaknya, zona kompetisi Eropa adalah pencapaian yang 'lumayan' dibanding finis di posisi kedelapan seperti halnya musim lalu.

Motivasi berlipat ganda untuk menghabisi Roma berkobar dalam diri Philippe Mexes dan Jeremy Menez. Keduanya pernah berseragam Roma, namun bertekad mempersembahkan tiga poin bagi Milan. Bersama Adil Rami, Mexes siap mematikan pergerakan para pemain depan Roma. Kerja mereka bakal lebih keras lantaran dua bek sayapnya, Mattia De Sciglio dan Ignazio Abate harus menepi akibat cedera.

Trio lini depan, Giacomo Bonaventura, Keisuke Honda dan Menez mungkin kembali jadi pilihan utama Inzaghi. Seperti saat membungkam Napoli, ketiga pemain tersebut tampil apik. Menez merupakan andalan utama di lini depan Milan. Torehan delapan gol serta satu assist menjadi bukti sahihnya. Berposisi asli sebagai gelandang, Honda yang sering ditarik ke sayap telah mencetak enam gol dan tiga assist, sedangkan Bonaventura tiga gol dan dua assist.

Dilihat dari head to head di Olimpico, Roma mencatatkan hasil lebih baik. Dari sembilan pertemuan terakhir di kandang sendiri, Roma mampu memetik kemenangan atas Milan sebanyak empat kali. Satu-satunya kekalahan Roma dari Milan di depan pendukung sendiri terjadi pada musim 2011-12. Kala itu, mereka takluk 2-3 di tangan Milan.

Kemenangan atas Milan bakal menguntungkan Roma yang ingin mematahkan dominasi Juventus dalam perburuan scudetto beberapa musim terakhir. Juventus telah memastikan diri menjadi juara paruh musim usai mengalahkan Cagliari. Jika menang atas Milan, Roma bakal memangkas jarak menjadi hanya satu poin. Berbeda dengan Milan. Bagi anak asuh Inzaghi, kemenangan atas Roma bisa menjadi suntikan motivasi untuk kembali ke jalur persaingan di papan atas. Bukan tidak mungkin, itu bakal menjadi titik kebangkitan I Rossoneri musim ini.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

Topics