CATATAN: Real Madrid Sudah Siap Sambut La Decima

Topics

Menang agregat telak 5-0 atas Bayern Munich, Real Madrid baru saja menyodorkan bukti kesiapan menyambut La Decima...

CATATAN KRIS VOAKES PENYUSUN GUNAWAN WIDYANTARA Setelah era Zinedine Zidane, Luis Figo, Roberto Carlos dan Raul Gonzalez berlalu, Real Madrid akhirnya kembali ke partai puncak Liga Champions. Tampil brilian saat mengalahkan Bayern Munich, selangkah lagi ambisi La Decima bisa diwujudkan di Lisbon bulan depan.Leg kedua semi-final di Allianz Arena sebelumnya diprediksi jadi laga seru dan menegangkan, tetapi Madrid punya ide lain. Skor 4-0 merampungkan kemenangan agregat telak lima gol tanpa balas, sebuah catatan yang pantas didapat Los Vikingos sekaligus jadi peringatan keras bagi siapapun lawan di final nanti.Hampir semua analisa menyebutkan Madrid hanya butuh sebiji gol untuk membuat misi mustahil di Jerman jadi kenyataan. Gol itu datang di menit 16, bukan dari Cristiano Ronaldo atau Gareth Bale yang dipasang sejak menit pertama tetapi dari pemain bertahan tim nasional Spanyol, Sergio Ramos.Tak terkawal, sang bintang dengan nyaman menanduk umpan tendangan sudut Luka Modric di sisi kanan lapangan. Tidak perlu menunggu lama lagi, loyalis Madrid kembali bersorak saat bek tengah idola mereka mencatatkan nama untuk kali kedua di papan skor, kali ini memanfaatkan skema dari tendangan bebas Angel Di Maria.Lini pertahanan Bayern goyah, Allianz Arena terguncang seolah tak percaya melihat si perkasa, sang raksasa sepakbola Jerman, pencatat rekor juara Bundesliga tercepat sepanjang masa diambang kehancuran dan benar saja pada pertengahan babak pertama giliran Cristiano Ronaldo menggetarkan gawang Manuel Neuer dengan menyempurnakan sodoran Gareth Bale pada sebuah skema serangan balik brilian.Tiga gol tanpa balas Madrid memimpin di paruh pertama.Gol Cristiano di menit 90, bagai menabur garam pada luka, mungkin ungkapan ini tidak mengenakkan namun sejatinya Los Merenguesbisa mengumpulkan gol lebih banyak dari yang mereka dapatkan. Sederhananya, Madrid menguasai semua departemen di tengah lapangan sementara Bayern seperti yang terjadi di Santiago Bernabeu, tidak bisa menyempurnakan dominasi penguasaan bola yang mereka rangkai.
Di kubu berseberangan, Carlo Ancelotti, sudah sepatutnya mengucapkan terima kasih terhadap performa penuh disiplin dan konsentrasi tinggi para pemain saat mengintip celah terbuka yang ditinggalkan Bayern ketika menyerang."Sangat sulit mengembangkan skema possession dengan pemain seperti Bale, Karim Benzema dan Cristiano. Kami harus mencari ruang dan mengarahkan bola ke sana secepat mungkin," kata Don Carletto sebelum laga. "Dengan begini sepakbola tetap terasa indah, semua orang punya selera masing-masing."
Ide utama dari ucapan juru taktik asal italia adalah mengedepankan kekuatan terbesar El Real saat ini dengan menerapkan rencana pertandingan tepat. Di leg pertama aksi mereka sempurna, yang diikuti performa klasik di laga tandang.Fleksibilitas Real Madrid dalam menghadapi lawan yang berbeda membuat tim elit Spanyol ini berada di pole position siapapun lawan yang bakal dihadapi di final nanti. Madrid juga bisa diuntungkan dengan performa puncak para pemain kunci di waktu tepat.
Sergio Ramos boleh menepuk dada karena mencetak dua gol krusial, tetapi pujian tidak berhenti di sana, performa di lini belakang sang bintang patut diacungi jempol. Bahkan dalam posisi unggul agregat 4-0, Ramos masih bersedia mengorbankan badan untuk menghalau bola. Dengan semangat berkompetisi tinggi, Ramos kerap melakukan pelanggaran yang tidak perlu bahkan tidak jarang bersitegang dengan wasit, tetapi kali ini tidak.Bersama Ramos, Pepe juga punya peran penting. Kekompakan membuat aksi Madrid indah untuk dinikmati. Meskipun mendapat sanksi karena pelanggaran percuma, Xavi Alonso juga masuk dalam jajaran pemain yang tidak mengenal kata lelah.Menghadapi Bayern Munich yang dijagokan menjadi tim pertama yang bisa mempertahankan gelar Liga Champions, Madrid memperlihatkan kemampuan untuk memenangkan pertandingan bahkan melawan tim paling kuat di Eropa sekalipun. Kemenangan di Allianz Arena adalah bukti terkini Real Madrid sudah siap menuntaskan penantian La Decima yang sudah berlangsung selama 12 tahun.

Bayern Munich 0-4 Real Madrid:

Laporan Pertandingan
Rapor Pemain
Man Of The Match

Ikuti Kris Voakes di

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.