Club Licensing Committee Hanya Kabulkan Permohonan Lisensi Tiga Klub ISL

Topics

Persiba dan Putra Samarinda tak dapat menyerahkan dokumen untuk lisensi sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Club Licensing Committee (CLC) telah menetapkan klub-klub mana saja yang permohonan lisensi klub profesionalnya diterima. Pada 2014, ada 57 klub yang mengajukan diri sebagai pemohon lisensi. Rinciannya, 22 klub Indonesia Super League (ISL) dan 35 klub Divisi Utama.

Namun dalam prosesnya terdapat sepuluh klub Divisi Utama yang mengundurkan diri sebagai pemohon dari proses lisensi. Data-data maupun dokumen yang diberikan klub-klub tersebut dalam proses lisensi diverifikasi oleh Demis Djamaoeddin (ketua CLC), serta para anggota CLC yaitu Aristo Pangaribuan, Nugroho Setiawan, Yopie Lepel, dan Poltak Situmorang.

"Mengenai batas akhir pengiriman dokumen yang telah ditetapkan yaitu tanggal 31 Juli 2014, terdapat 25 klub (18 ISL dan tujuh Divisi Utama) yang memenuhi batas waktu tersebut," ujar Aristo.

Menariknya, dua klub yang dipimpin petinggi PT Liga Indonesia, yakni Persiba Balikpapan dan Putra Samarinda tidak dapat menyampaikan dokumen lisensi tersebut sesuai dengan tenggat yang ditetapkan. Persiba sendiri saat ini masih dipimpin Presiden Direktur PT Liga, Syahril Taher. Sedangkan Pusam dipimpin Komisaris Utama PT Liga, Harbiansyah Hanafiah.

Berdasarkan hasil mekanisme verifikasi yang dilakukan pada periode 4-31 Agustus 2014, CLC pun akhirnya memberikan keputusan pada 5 September lalu. "Intinya mengabulkan permohonan lisensi terhadap tiga klub yaitu Persipura Jayapura, Arema (Cronus), dan Persib Bandung," jelas Aristo.

Di samping itu, CLC juga mempertimbangkan persyaratan yang diajukan oleh Sriwijaya FC, Semen Padang, Persebaya Surabaya, Pelita Bandung Raya, dan Persija Jakarta. Menyusul, kekurangan persyaratan dari lima klub di atas tidak signifikan. Sehingga CLC menganggap mereka memiliki potensi untuk mendapatkan lisensi di tahun berikutnya. Untuk itu, CLC memerintahkan Club Licensing Departemen (CLD) untuk memberikan perhatian dan pendampingan khusus kepada lima klub itu.

Hanya saja, keputusan pemberian lisensi ini dinyatakan CLC bukan merupakan syarat mutlak untuk dapat mengikuti kompetisi. Mereka beralasan, bagaimanapun kompetisi Liga Indonesia harus dapat dipastikan pelaksanaannya karena kompetisi adalah nafas dari sepakbola.

Padahal, untuk level kompetisi Asia seperti Piala AFC dan Liga Champions Asia, klub-klub yang mengikuti kompetisi tersebut harus sudah memenuhi aspek lisensi klub profesional yang terdiri dari finansial, legalitas, infrastruktur, personel dan administrasi, serta sporting (youth development).

CLC sendiri dalam salah satu inti keputusannya memerintahkan kepada CLD untuk melakukan penyempurnaan dalam regulasi dan manual, termasuk untuk pemisahan kriteria yang sesuai dengan standar PSSI dan standar AFC.
addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.