Cristiano Ronaldo Seharusnya Gabung Arsenal, Bukan Manchester United

Akibat tak punya uang, Arsenal batal merekrut Cristiano Ronaldo sehingga Manchester United menikungnya.

Mantan pemandu bakat Arsenal Damien Comolli mengklaim The Gunners berpeluang besar memboyong Cristiano Ronaldo ketika sang penyerang masih berusia remaja. Namun, karena Arsenal saat itu tidak menyediakan dana untuk merekrut Ronaldo, rencana itu urung terlaksana.

Ronaldo, yang kini menjadi megabintang di Real Madrid, sempat dimonitori oleh Arsenal ketika masih berkarier di Sporting CP. Ronaldo bahkan sempat menjajal lapangan latihan Arsenal, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai dengan klub London itu. Beberapa bulan kemudian, Ronaldo sudah berseragam Manchester United dan melesat menjadi pemain terbaik dunia.

Comolli menceritakan saat-saat di mana ia memonitori Ronaldo sebagai pemandu bakat Arsenal, namun tidak mendapat tanggapan serius dari Arsene Wenger dan stafnya.

“Pertama kali saya melihat Ronaldo, dia berusia 15 tahun dan bermain di turnamen Montaigu. Dia bertanding melawan Jepang dan saya berpikir, ‘Siapa sebenarnya bocah ini?’ Saat turun minum, saya menelepon kawan saya di Portugal bahwa saya melihat seorang pemain muda fenomenal,” ungkap Comolli kepada SFR Sport, Jumat (14/10).

“Saya tidak pernah melihat seorang pemain sebagus itu sejak Thierry Henry. Dia kemudian datang ke kamp latihan Arsenal sebanyak dua kali. Tidak ada orang yang tahu. Dia kemudian berjumpa Thierry, yang menjadi idolanya. Tetapi ketika diminta melakukan transfer, mereka [Arsenal] tak punya uang.”

“Beberapa bulan kemudian, Manchester United dan Sporting menjalani partai persahabatan di Lisbon. Dia [Ronaldo] mampu membantai United dan Sir Alex Ferguson langsung bersabda, ‘Dia harus bergabung ke United’,” jelasnya.