Dapatkan Hak Siar Piala Dunia, Grup Media Ini Harus Rogoh Kocek Rp765 Miliar

Kini, masyarakat Indonesia bisa saksikan Piala Dunia dari berbagai sudut pandang.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Ajang Piala Dunia memang akan selalu menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Pasalnya, pada event sepakbola tertinggi dunia empat tahunan itu, semua pemain terbaik dunia berkumpul untuk membela negaranya masing-masing.

Tak ayal, animo yang besar dari masyarakat dunia untuk menyaksikan Piala Dunia begitu besar. Hal itu diperkirakan bakal terus berlanjut saat Piala Dunia digelar di Brasil pada 12 Juni - 13 Juli mendatang. Kendati timnas Indonesia tidak lolos ke Piala Dunia, namun tercatat masyarakat Indonesia menjadi salah satu penonton terbanyak event tersebut di setiap penyelenggaraannya.

Melihat hal itu, salah satu grup media asal Indonesia, Viva Group, mencoba mengambil inisiatif untuk membeli lisensi hak siar Piala Dunia 2014. Dan, kocek yang harus dirogoh pun tak sedikit. Ya, mereka harus merogoh kocek hingga mencapai 65 juta dollar US (sekitar Rp765 miliar)!

Proses mendapatkan lisensi itu sudah mulai dari 2011 dilakukan oleh grup media milik keluarga Bakrie tersebut. Mereka pun telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Sepakbola Dunia (FIFA) mengenai hal itu.

"Tentu sebagai institusi bisnis kami tidak mau rugi. Ada target dari 64 pertandingan yang disiarkan secara langsung dan beberapa hal yang kami rencanakan dari membeli hak siar ini," ujar Anindra Ardiansyah Bakrie, Kepala Proyek Piala Dunia Viva Group, dalam jumpa persnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (9/6) siang.

Pria yang akrab disapa Ardi Bakrie itu menambahkan, pihaknya merasa yakin target penonton untuk Piala Dunia kali ini bisa tercapai. Itu ditunjang, dengan berbagai program menarik yang disajikan oleh lima entitas usaha media mereka mulai dari televisi non berbayar, televisi berbayar, hingga aplikasi digital.

"Ini pertama kalinya sebuah grup media menampilkan Piala Dunia dari 360 derajat sudut pandang. Ada saluran khusus yang menampilkan para pemainnya saja, kemudian tingkah laku suporter. Bahkan, ada saluran sendiri yang kameranya hanya menampilkan pemain cadangan dan pelatih selama Piala Dunia berlangsung," paparnya.

"Jadi, mau di mana saja, kapan saja, pertandingan apa saja bisa disaksikan dengan platform mana saja."

"Dapat saya sampaikan juga ini pertama kalinya dalam sejarah pertandingan sepakbola Piala Dunia bersamaan dengan bulan Ramadan dan juga Pemilu. Pada jam sahur biasanya mencapai 4 kali lipat target penonton dari jam biasa."

"Ditambah lagi, ini ada pertandingan sepakbola. Target kami 16 kali lipat dari target share tertinggi pada jam tersebut. Kami yakin dan percaya, 75 persen pasang mata di Indonesia akan tertuju pada siaran Piala Dunia," pungkas suami dari Nia Ramadhani itu.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics