Dari 4-3-3 Hingga 4-3-1-2, Metamorfosis Taktik Barcelona Musim Ini

Luis Enrique melakukan sejumlah modifikasi taktik untuk Barcelona dalam beberapa pekan terakhir, khususnya di tengah absensi Lionel Messi saat ini.

Formasi 4-3-3 Barcelona amat kesohor di jagat sepakbola. Sistem ini nyaris tak pernah berubah sepanjang satu dekade terakhir, namun entrenador terkini Luis Enrique senantiasa membicarakan tentang perlunya modifikasi taktik sejak mengambil alih tim dari Gerardo “Tata” Martino pada musim panas 2014.

Gaya Barca berubah di bawah komando Enrique, tetapi pria Asturia itu hampir selalu memainkan sistem 4-3-3 yang sama, paling tidak hingga saat ini. Musim ini, kampanye ketiganya menukangi Blaugrana, pelatih 46 tahun itu mulai bereksperimen dengan sejumlah formasi baru – khususnya sekarang ini di tengah absensi Lionel Messi .

Tatkala bertandang ke Leganes belum lama ini Enrique memilih skema 3-4-3. Tentunya itu merupakan sistem yang dikenal baik oleh fans Barca lantaran digunakan oleh Johan Cruyff di era Dream Team dan Pep Guardiola juga memainkannya dalam beberapa kesempatan. Menerapkan formasi tersebut dengan Messi dalam tim, Barca sukses mencetak kemenangan telak 5-1 di Butarque kontra Leganes, meski ada perubahan taktis menjadi 4-3-3 atau bahkan 4-4-2 saat tuan rumah menyerang.

Hingga sekarang pola 3-4-3 tersebut terlihat masih kerap dipergunakan Enrique. Yang juga mulai familiar adalah skema 4-4-2 yang telah diuji Blaugrana selama pramusim , dan dipraktikkan pula jelang akhir laga dalam kemenangan 5-0 di kandang Sporting Gijon pekan lalu.

Namun, dengan Neymar turun lebih ke dalam untuk memainkan peran No 10 klasik, sebetulnya formasi ini lebih cenderung menjadi 4-3-1-2, di mana sang striker Brasil menempati posisi free role di belakang dua striker, sebagaimana yang dimainkan Messi ketika dia memiliki lisensi untuk bergerak bebas.

Itu pun menjadi sistem pilihan Enrique untuk lawatan ke Borussia Monchengadbach dalam lanjutan Liga Champions, Rabu (28/9) lalu. The Catalans bangkit dari ketertinggalan di babak pertama untuk mengklaim tiga poin lewat keunggulan 2-1.

Terlepas dari hasil akhir positif, kali ini Neymar kesulitan memainkan peran Messi dan rekrutan musim panas Paco Alcacer tak berkontribusi signifikan sebagai tandem Luis Suarez. Permainan Barca berubah ketika Arda Turan masuk dari bangku cadangan dan segera menyamakan skor, dengan Gerard Pique kemudian melesakkan gol penentu kemenangan.

Absensi Messi memaksa Enrique berpikir lebih keras dan Barca pun mesti mengerahkan upaya lebih untuk memenangi pertandingan. Kendati entrenador 46 tahun itu berkata “idenya selalu sama”, ia mengujicobakan sejumlah modifikasi taktis ini untuk memastikan tim tetap mampu memetik hasil positif tanpa sang superstar Argentina.