Data & Fakta Final Liga Champions 2014/15: Rekor Mentereng Barcelona & Kesialan Juventus

Simak beberapa catatan menarik menyusul keberhasilan Barcelona menggapai puncak Eropa di Berlin dengan menekuk Juventus.

Treble alias tiga gelar dalam semusim resmi digapai Barcelona setelah sukses menghantam Juventus dengan skor meyakinkan 3-1 di final Liga Champions, Minggu (7/6) dini hari WIB tadi.

Itu adalah treble kedua yang diraih Barcelona, mengulangi pencapaian musim 2008/09 yang juga mampu menyapu bersih dua gelar domestik dan satu titel Eropa. Dengan demikian, Blaugrana menjadi tim pertama dalam sejarah sepakbola Eropa yang mencapai capaian itu.

Namun, bukan hanya itu saja catatan menarik yang muncul selepas partai puncak di Olympiastadion Berlin itu. Goal Indonesia dan Opta merangkum beberapa data dan fakta lainnya, mulai dari statistik beringas trio MSN hingga status Juventus sebagai runner-up terbanyak Liga Champions. Simak!

 

 

Juventus 1-3 Barcelona

  • Barcelona memenangkan gelar Piala/Liga Champions kelima mereka sehingga layak mendapat Badge of Honour. Titel kelima ini membuat Barcelona kini sejajar Liverpool (5 gelar Piala/Liga Champions) dan Bayern Munich (5), namun masih tertinggal dari AC Milan (7) dan Real Madrid (10).
  • Ini untuk pertama kalinya sejak 1990 terdapat tim dari negara sama yang berhasil memenangi Piala/Liga Champions dalam dua musim secara beruntun (Real Madrid 2013/14 dan Barcelona 2014/15). Sebelumnya, AC Milan berhasil menang di musim 1988/89 dan 1989/90.
  • Skor 3-1 di Berlin menunjukkan bahwa dalam lima musim terakhir di final Liga Champions, kedua tim yang bertanding sama-sama berhasil mencetak gol.
  • Juventus kini menjadi tim dengan rekor terburuk di final Piala/Liga Champions dengan menelan enam kekalahan dari delapan kesempatan. Para runner-up terbanyak lainnya adalah Bayern Munich dan Benfica (sama-sama takluk 5 kali di final)
  • Dalam empat penampilan terakhir di final Liga Champions, Juventus selalu kalah yakni melawan Borussia Dortmund (1996/97), Real Madrid (1997/98), AC Milan (2002/03), dan Barcelona (2014/15). Terakhir kali mereka menang terjadi di musim 1995/96 ketika mengatasi Ajax via adu penalti.
  • Sebaliknya, Barcelona berhasil memenangkan empat partai final Liga Champions terakhir: Arsenal (2005/06), Manchester United (2008/09 dan 2010/11), dan Juventus (2014/15). Final terakhir di mana Barca kalah terjadi di musim 1993/94 ketika ditaklukkan AC Milan 4-0.
  • Barcelona menjadi tim kedelapan dalam sejarah sepakbola Eropa yang berhasil memenangkan treble (liga, piala domestik, dan Piala/Liga Champions). Ini juga menjadikan mereka sebagai klub pertama yang berhasil meraih treble dalam dua kesempatan (2008/09 dan 2014/15).
  • Starting XI yang diturunkan Juventus di final memiliki usia rata-rata 30 tahun 156 hari. Hanya AC Milan yang mencatatkan Starting XI lebih tua dalam final Liga Champions dengan 31 tahun 34 hari pada 2007 silam.
  • Gol pembuka yang dicetak Ivan Rakitic menjadi yang tercepat ketiga dalam sejarah final Liga Champions. Dua tercepat lainnya dipegang oleh Paolo Maldini (AC Milan vs Liverpool, 2005, menit pertama) dan Gaizka Mendieta (Valencia vs Bayern Munich, 2001, menit ketiga).
  • Gol Rakitic tersebut juga menjadi gol pertama Barcelona yang dicetak melalui permainan terbuka tanpa gol atau assist dari Lionel Messi, Luis Suarez atau Neymar sejak 28 Februari 2015.
  • Andres Iniesta menjadi pemain pertama yang mencetatkan assist dalam tiga final Liga Champions yang berbeda (2009, 2011, dan 2015).
  • Ketika Xavi Hernandez dimasukkan di babak kedua, ia resmi mencatatkan 151 penampilan di Liga Champions. Ini adalah catatan penampilan terbanyak seorang pemain di Liga Champions.
  • Alvaro Morata sukses mencetak lima gol dari tujuh penampilan terakhir bersama Juventus di Liga Champions. Morata menjadi pemain kedua dalam sejarah Liga Champions yang berhasil mencetak gol di dua leg semi-final dan final. Pemain lain yang berhasil melakukannya adalah Arjen Robben bersama Bayern Munich di musim 2012/13.
  • Bomber Barcelona Luis Suarez berhasil mencetak 25 gol di semua kompetisi musim ini. Tujuh di antaranya tercipta di Liga Champions dari sepuluh laga saja.
  • Gol injury time yang dicetak Neymar membuat penyerang asal Brasil mengoleksi 10 gol di Liga Champions. Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Liga Champions, sebuah klub memiliki dua pencetak gol dengan koleksi 10 gol atau lebih (Neymar dan Lionel Messi, 10 gol, Barcelona 2015).
  • Trio MSN Barcelona -- Messi, Suarez, Neymar -- total sudah mengoleksi 122 gol di sepanjang musim 2014/15. 27 gol di antaranya tercipta di Liga Champions.