DEBAT: Inikah Formasi Terbaik Olympique Lyon Hadapi Paris Saint-Germain?

Absennya Milan Bisevac dan Alexandre Lacazette tak akan mengubah banyak sistem permainan Olympique Lyon.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Banyak kejutan yang dihadirkan Olympique Lyon pada musim ini setelah kedatangan manajer yang sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian kalangan, dialah Hubert Fournier.

Betapa tidak, pria 47 tahun itu hanyalah juru taktik muda yang banyak malang melintang di kancah Ligue 2. Prestasi terbaiknya hanyalah membawa Reims kembali promosi ke Ligue 1 setelah 33 tahun absen di kasta teratas pada musim 2011/12.

Cuma bermodal pernah mengetahui Les Gones saat dia membela klub itu dalam kurun waktu singkat, 1998-2000, presiden klub Jean-Michel Aulas memberinya tongkat kepercayaan untuk memoles OL agar kembali kinclong. Alih-alih berstatus medioker, kehadiran Fournier justru memberi perubahan drastis bagi tim.

Ada keberanian dari si pelatih memadupadankan antara kekuatan muda dan senior dalam starting XI racikannya. Perlahan tapi pasti, Lyon sekarang berada di posisi puncak dengan keunggulan dua poin dari rival terdekatnya.

Menjelang bentrokan dengan Paris Saint-Germain, Fournier sepertinya akan mempetahankan komposisi terbaiknya. Hanya saja, Fournier akan melihat skuat utamanya tanpa duo pilar penting tim, Alexandre Lacazette dan Milan Bisevac, yang tengah dirundung cedera.

Sebagai seorang mantan pesepakbola yang berposisi sebagai bek, Fournier berhasil membuat Lyon menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Ligue 1 sejauh ini. Fournier memilih lini belakangnya diisi oleh pemain-pemain veteran.

Kombiniasi antara Samuel Umtiti dan Bisevac di depan kiper Anthony Lopes sebetulnya sudah pas. Hanya saja, dengan absennya nama terakhir, dipastikan si muda Lindsay Rose menggantikan perannya. Kurangnya jam terbang pemain 22 tahun itu berikut pergerakannya yang kurang gesit membuat dirinya bisa menjadi titik santapan striker lawan macam Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani. Umtiti mungkin akan ekstra sibuk, tapi duo bek sayap yang mengapit jantung pertahanan bakalan dituntut lebih bermain defensif. Henri Bedimo akan mengisi absennya Mouhamadou Dabo di sisi kiri, sementara Christophe Jallet, yang merupakan eks personel PSG, barang tentu tahu betul bagaimana gaya menyerang eks klubnya itu. Pengalamannya bisa menjadi modal penting di tengah absennya Bisevac untuk mengawal sektor pertahanan tim.

Beralih ke lini tengah, di sini ada keseimbangan elok yang telah dirancang Fournier. Pos gelandang bertahan dan serang diisi wajah senior macam Maxime Gonalons dan Yoann Gourcuff untuk kemudian dilengkapi dua nama belia, Corentin Tolisso dan Jordan Ferri, yang memainkan peran sentral dalam pola 4-4-2 diamond. Tolisso bisa bergerak aktif merangsek hingga ke depan untuk membantu mencetak gol, di mana sejauh ini gelandang 20 tahun itu sudah mencetak empat gol di liga, sementara Ferri akan bertugas sebagai penyambung serangan awal Lyon.

Dengan minus Lacazette, Nabil Fekir kemungkinan akan berdampingan dengan Clinton N'Jie. Yasin Benzia, yang diharapkan bisa menutupi peran Lacazette rupanya tidak bisa berbuat banyak kala menghadapi AS Monaco pekan lalu. Fekir sejatinya adalah gelandang serang, tapi di tangan Fournier dia disulap menjadi penyerang. Pemain 19 tahun yang telah mengepak delapan gol ini bisa eksplosif saat diduetkan dengan Lacazette. Tapi N'jie, yang biasa memainkan peran super sub, juga handal dalam menyervis kolega, ini dibuktikan dari torehan enam assist di Ligue 1 meski jarang tampil penuh selama 90 menit.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics