DEBAT: Inikah Formasi Terbaik Paris Saint-Germain Hadapi Olympique Lyon?

Paris Saint-Germain membutuhkan kreativitas di kala performa mereka yang tumpul. Lucas Moura dinilai akan menjadi kunci permainan di laga Olympique Lyon.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Ada apa dengan Paris Saint-Germain? Sudah habiskah mereka di musim ini? Pertanyaan ini mulai bermunculan seiring dengan merosotnya penampilan pasukan Laurent Blanc.

Tak ada lagi agresivitas yang bisa dinikmati layaknya Les Parisiens dalam beberapa musim ke belakang. Dari 23 pertandingan berlalu, PSG banyak mengakhirinya dengan hasil imbang atau dengan kemenangan skor tipis belakangan ini. Yang terparah, saat mereka digebuk tim yang berjuang menghindari degradasi, Bastia, dengan skor 4-2 beberapa pekan ke belakang.

Isu-isu miring mengenai pergantian pelatih kepala Laurent Blanc sesekali kerap terdengar bising. Segelintir fans ada yang galau dengan start lembek klub ibu kota.

Blanc memang tak selamanya bisa membawa klub melulu duduk di singgasana. Beragam faktor pada akhirnya sedikit demi sedikit melemahkan PSG. Seperti cederanya pemain kunci macam Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva di paruh pertama musim. Untungnya, dua nama penting ini sudah kembali membaik menjelang laga kontra Olympique Lyon. Dan kabar baiknya lagi, PSG masih bernyawa di seluruh kompetisi yang dijalani saat ini.

Tak ada masalah berarti bagi Larry White untuk pemilihan susunan pemain dalam skema 4-4-3 andalannya mengingat hampir semua pilar PSG dalam kondisi bugar, kecuali Javier Pastore dan Gregory van der Wiel.

Sama seperti di laga sebelumnya, Blanc dipastikan bakal mempertahankan komposisi quartet Brasil-nya di hadapan Salvatore Sirigu, dengan Silva dan David Luiz menjaga jantung pertahanan tim. Di pinggir kiri area belakang akan menjadi daerah kekuasaan Maxwell. Eks personel FC Internazionale ini menjadi pahlawan saat membawa PSG melaju ke final Coupe de la Ligue berkat satu-satunya gol dari dia ke gawang Lille. Sedang di sebrang sisi lainnya akan berdiri Marquinhos menggantikan peran van der Wiel. Ini bukan posisi natural eks pemain Roma itu, tapi eksperimen Blanc mampu dijawab dengan baik olehnya. Koneksi Brasil di baris belakang tim terbilang sukses membuktikan kesolidannya dengan setidaknya tim mampu menang clean sheet di tiga laga terakhir di berbagai ajang.

Cederanya Pastore membuat Blanc kembali memainkan trio lawas lini tengah tim: Thiago Motta, Marco Verratti dan Blaise Matuidi. PSG musim ini butuh kreativitas lebih di lini tengah dan Pastore sejatinya merupakan jawaban terbaik, sehingga dengan absennya pemain Argentina itu bakal cukup menyulitkan tim untuk main berkembang. Tapi setidaknya Motta, Verratti dan Matuidi sudah saling memiliki chemistry yang kuat di antara masing-masing.

Satu-satunya mungkin yang akan memberikan warna tersendiri di dalam pola serangan PSG adalah kehadiran Lucas Moura. Winger Brasil ini performanya stabil sepanjang musim di mana dia sudah mencetak tujuh gol dan empat assis di Ligue 1. Kecepatan dan sentuhan-sentuhan briliannya diharapkan menjadi penawar dari kreativitas yang dibutuhkan, terutama saat mengakomodasi Ibrahimovic untuk mencetak gol. Penyerang Swedia ini banyak berjibaku di meja medis akibat cedera sehingga performanya tak segarang musim lalu. Tapi sejak pulih, Ibra kian membaik. Torehan sembilan gol dari 15 penamilan jadi catatan yang tetap patut diapresiasi. Satu ruang di sudut kiri ujung tombak PSG akan ditempati Edinson Cavani, posisi yang sebetulnya tak disukainya namun dia bisa bergerak dinamis untuk berperan sebagai penyerang tengah jika dibutuhkan.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics