DEBAT: Liverpool Juara, Mungkinkah?

Sangat mungkin Liverpool bisa juara, namun ada banyak hal yang harus dipenuhi di sepanjang musim ini untuk mewujudkan target tersebut.

OLEH MOHAMMAD YANUAR Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Ada ekspektasi besar yang digantungkan di pundak para pemain Liverpool, baik yang lama atau baru bergabung, di musim ini. Mereka harus bisa memperbaiki posisi mereka dari musim sebelumnya.
Jika musim lalu The Reds mengakhiri musim di peringkat dua, berarti pasukan Brendan Rodgers diminta untuk menjuarai Liga Primer Inggris musim ini.

Mungkinkah?

Dalam sepakbola, apa sih yang tidak mungkin. Lihat saja bagaimana kompetisi berjalan di musim lalu. Manchester United yang begitu digdaya dalam beberapa tiga dekade terakhir, menjadi tim yang mudah tumbang. Bahkan tak jarang tim yang bukan unggulan meraih kemenangan atas tim yang disebut banyak pihak sebagai raksasa Eropa.

Karena itu pula, menilai Liverpool mungkin menjadi juara Liga Primer Inggris musim depan adalah hal yang sah-sah saja. Tapi apakah itu bakal terwujud di akhir musim adalah perkara lain.

Faktanya, di bursa taruhan Eropa, tak sedikit yang menempatkan Liverpool berada di luar empat besar saat musim berakhir nanti. Kembalinya Manchester United dalam persaingan dan semakin solidnya lini per lini Arsenal, Chelsea dan juara bertahan Manchester City menjadi salah satu pertimbangan.

Secara komposisi, ada perbedaan besar dari skuat Rodgers di musim ini. Hengkangnya Luis Suarez menjadi perubahan signifikan di Anfield.

Mengapa perginya Luis Suarez ke Barcelona bisa disebut perubahan signifikan? Karena pemain asal Uruguay tersebut menjadi pemain yang begitu diandalkan di lini depan The Reds pada musim lalu. Gol demi gol lahir dari keuletan, kecerdikan dan kemampuannya mencari tempat dan waktu untuk menyontek bola ke gawang. Belum lagi segudang keberuntungan yang dimilikinya.

Terbukti, Luis Suarez menjadi salah satu aktor utama yang membawa Liverpool nyaris mengakhiri puasa gelar Liga Primer yang sudah berjalan selama dua dekade. Juga, Luis Suarez membuktikan diri sebagai striker paling tajam di Inggris musim lalu dengan 31 gol.

Karena itulah banyak yang kemudian menilai Liverpool akan kesulitan mencari pengganti Luis Suarez, pemain yang memiliki kualitas tersendiri di jagat sepakbola Eropa. Bisa jadi karena alasan itu pula Rodgers memutuskan mendatangkan segudang pemain baru. Total nilai transfer yang sudah dikeluarkan sejauh ini adalah 89 juta poundsterling untuk enam pemain.

Dari enam pemain tersebut, hanya lima yang akan bermain untuk Liverpool di musim ini. Divock Origi akan tetap berada di Prancis karena dipinjamkan ke Lille.

Lima pemain yang ada diharapkan bisa meningkatkan performa tim dibanding musim sebelumnya. Tapi, melihat siapa yang didatangkan, sepertinya masih harus dilihat apakah mereka menjadi rekrutan efektif buat Liverpool.

Dengan problem utama di musim lalu ada di sektor belakang, bergabungnya Dejan Lovren diharapkan bisa memperbaiki kualitas pertahanan Liverpool. Secara statistik, hal itu memungkinkan karena Lovren memberikan opsi yang lebih baik ketimbang Kolo Toure yang mulai kehilangan potensinya dan Daniel Agger yang masih berkutat dengan masalah cedera. Segera bergabungnya Javier Manquillo dari Atletico Madrid akan memperkuat sektor ini.

Sementara untuk menutupi hengkangnya Luis Suarez, Rodgers menarik Adam Lallana dan Lazar Markovic untuk menambah kreativitas di sektor tengah, dengan Rickie Lambert sebagai andalan di sektor depan bersama Daniel Sturridge. Emre Can akan menjadi opsi lain di sektor tengah buat Rodgers untuk menambah kekuatan di sektor belakang.

Dengan pemain muda Liverpool yang siap melanjutkan kegemilangan mereka di musim lalu seperti Raheem Sterling, Jordan Henderson dan Jon Flanagan, tentunya akan menjadi potensi yang menarik untuk melihat bagaimana Liverpool mewujudkan target mereka di musim depan.

Tapi apakah itu saja sudah cukup untuk menjadikan Liverpool masuk dalam jajaran tim terbaik yang berpotensi meraih gelar di musim depan?

Secara komposisi tim, Liverpool menjadi salah satu tim yang meyakinkan. Mereka juga memiliki manajer yang andal dan piawai dalam memainkan strategi. Mempertimbangkan alasan motivasi juara, Liverpool juga memiliki modal yang cukup. Jangan juga mempertanyakan semangat Steven Gerrard cs untuk hal ini.

Tapi faktor pengalaman dan kesiapan mental pemain menghadapi persaingan sengit di musim ini bisa menjadi masalah tersendiri. Contoh nyata ada di musim lalu. Jelang musim berakhir, setelah sempat memuncaki klasemen selama beberapa pekan, Liverpool gagal menjaga konsistensi, konsentrasi dan mental mereka dan tak mampu untuk bangkit setelah takluk dari Chelsea. Padahal di pekan-pekan krusial seperti itu, kematangan dan kedewasaan mental sangat dibutuhkan.

Faktor itu juga tak dimiliki pemain yang diboyong Rodgers musim panas ini. Mulai dari Emre Can hingga Lovren, dari Lallana hingga Lambert, tak ada yang bisa dikatakan memiliki mental dan pengalaman yang bagus dalam persaingan di level atas. Padahal Gerrard butuh rekan yang sama berpengalamannya untuk membangkitkan dan mengantarkan tim di level yang lebih tinggi.

Masalah lain yang harus diatasi Liverpool adalah membagi konsentrasi terkait kompetisi yang diikuti. Dengan berlaga di Liga Champions, Piala FA dan Piala Liga selain Liga Primer Inggris, pemain dan manajer tahu mereka akan menjalani musim yang melelahkan, baik dari sudut pandang psikologis, mental mau pun fisik. Jika gagal memenuhi ekspektasi itu, bukan tidak mungkin mereka akan gagal di setiap kompetisi yang diikuti.

Faktor manajer juga bisa memberikan kendali khusus bagi Liverpool mewujudkan target mereka. Rodgers tahu apa yang dibutuhkan timnya dan bagaimana mewujudkan target saat musim berjalan. Mantan asisten Jose Mourinho juga tahu bagaimana memaksimalkan pengetahuan akan strategi dan pengalaman sebagai manajer sebagai keuntungan tersendiri.

Tapi Rodgers juga tahu dirinya belum bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki Liverpool di musim lalu, terutama di lini pertahanan. Gaya permainan menyerang nan atraktif mungkin mengundang decak kagum, tapi dalam hal efektivitas dan kolektivitas bermain sebagai tim, Rodgers tahu ada banyak hal yang masih harus dibenahinya.

Dari semua faktor yang bisa menentukan tersebut, hanya satu yang tak diragukan akan memberikan kontribusi besar akan apa pun yang dilakukan Liverpool di musim ini, yaitu peran pemain ke-12 alias Liverpudlian.

Jika semua persyaratan juara itu bisa dipenuhi, sepertinya tak ada alasan mengapa Liverpool tak bisa juara di musim ini.

addCustomPlayer('14j6rrt7ypo2j1cwcnagk4icdb', '', '', 620, 540, 'perf14j6rrt7ypo2j1cwcnagk4icdb', 'eplayer4', {age:1407083890734});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics