DEBAT: Seburuk Itukah Brasil? Atau Jermannya Yang Hebat?

Redaksi Goal Indonesia menyampaikan pendapat mereka soal laga Brasil kontrak Jerman dinihari tadi, bagaimana dengan Anda?

Tak sedikit prediksi yang menyebut Brasil bakal kalah dari Jerman di semi-final Piala Dunia 2014. Prediksi itu benar terwujud adanya.
Tapi yang menjadikannya mengejutkan adalah skor di akhir laga. Bisa jadi bursa taruhan dunia juga tak memasang skor 7-1 untuk Jerman dalam bursa taruhan mereka.
Faktanya, ada kejutan besar di Belo Horizonte. Fans Brasil dibuat menangis, tertegun, tak percaya dengan hasil sementara di 30 menit pertama laga. Jerman sudah memimpin 5-0.
"Apakah akan ada keajaiban di pertandingan ini untuk Brasil?" mungkin begitulah pikiran pendukung Brasil yang masih yakin timnya bisa melenggang ke final.
Dan terbukti, Brasil benar-benar takluk di laga ini. Sementara Jerman begitu digdaya di Mineirao. Die Mannschaft menyudahi laga dengan mencetak tujuh gol dan hanya mengizinkan satu gol balasan ke gawang Manuel Neuer.
Tak sedikit yang kemudian menganalisa, memberikan pendapatnya, mengirim opini atas apa yang terjadi di Belo Horizonte. Awak redaksi Goal Indonesia tak ketinggalan memberikan pendapatnya, seperti di bawah ini.
Mengusung misi balas dendam membuat Jerman bermain dengan motivasi sangat tinggi untuk bisa mengalahkan Brasil. Sementara di kubu asuhan Scolari, absennya Neymar dan Thiago Silva benar-benar jadi mimpi buruk mereka. Duet Dante - David Luiz di lini belakang yang rasanya jarang dipasangkan bersamaan jadi titik terlemah Brasil di semi-final ini.

Anggi Riwanto, administrator web Goal Indonesia

Brazil antiklimaks karena kehilangan sejumlah pemain intinya sebelum laga. Di lini belakang ketiadaan kapten Thiago Silva membuat mereka pontang panting. Akibatnya gol-gol seperti terjadi dengan sangat mudah.

Abi Yazid, administrator foto & video Goal Indonesia

Memulai laga dengan raut muka yang lebih tenang dibandingkan kubu tuan rumah, Jerman memainkan yang semestinya memang dilakukan sepakbola modern saat ini: Bermain simpel dan efektif. Simpel karena para pemain mereka tak banyak menggiring bola, dan peluang yang mereka ciptakan berhasil dikonversikan menjadi gol. Lini tengah der Panser di laga ini juga terlihat sangat mendominasi. Ditambah, lini belakang Brasil yang terlihat keropos tanpa Thiago Silva, dan absennya Neymar memang mempengaruhi kreasi daya dobrak dari tim Samba. Selain itu, tampaknya benar, faktor psikologis memikul beban berat untuk menjadi juara di kandang sendiri membuat mereka tak bisa bermain lepas.

Rais Adnan, wakil redaktur Nasional Goal Indonesia

Mental Dante belum nyetel dengan turnamen yang sudah masuk semi-final. Dua fullback Brasil gegabah. Gelandang jangkar yang gak jelas jalani tugas. Ancur!!

Farabi Firdausy, jurnalis Goal Indonesia

No excuse Scolari! Di level turnamen sebesar Piala Dunia, dengan pemain cadangan pun kekalahan besar pada duel dua raksasa sepakbola seharusnya tidak terjadi. Tapi nasi sudah menjadi bubur, Jerman memperlihatkan kelasnya. Panser Jerman menggilas tarian indah Samba. Pengkritik keputusan Joachim Low yang dianggap hanya membawa 'satu striker' sekarang bersembunyi di balik pintu.

Gunawan Widyantara, manajer konten Goal Indonesia

Mental Breakdown!

Tegar Paramartha, jurnalis Goal Indonesia

Membandingkan dengan yang terjadi di babak perempat-final 2010, hanya ada dua pemain Brasil yang saat itu dan hari ini ikut serta; Julio Cesar dan Maicon sedangkan di kubu lawan, Ada 11 pemain, Kroos masuk sebagai pemain pengganti. Perbandingan ini kentara, Jerman lebih matang daripada Brasil meski sama-sama mempersiapkan diri selama empat tahun.

Pandu Persada, administrator web Goal Indonesia

Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata :p

Dewi Agreniawati, jurnalis Goal Indonesia

Brasil sudah hancur di gol pertama. Mentalitas mereka yang lemah tampak jelas kalah menghadapi tim turnamen layaknya Jerman. Sekalipun ada Neymar dan Silva, hasilnya tak akan jauh beda. Tapi skor 7-1 memang terlampau mecolok. Sebagai pesepakbola profesional yang berkiprah di Eropa, seharusnya para penggawa Brasil bisa menghentikan terjadinya gol kelima, enam , dan tujuh.

Ahmad Reza Hikmatyar, jurnalis Goal Indonesia

Mentalitas lemah, Bernard dan Dante gagal menunjukkan kualitas mereka, justru tampak canggung mengisi pos inti Neymar dan Thiago Silva. Khusus Silva kepemimpinannya di lini belakang sangat vital, laga lawan Jerman organisasi pertahanan Brasil kacau balau terutama selepas gol pertama. Mimpi buruk dilengkapi dengan kurang efektifnya barisan penyerang, Hulk dan Fred kehilangan arah. Sungguh hasil yang mengejutkan, dua pukulan langsung didapat publik Samba, kekalahan telak sekaligus patahnya rekor Ronaldo oleh Miroslav Klose.

Eric Noveanto, jurnalis Goal Indonesia

Meski kadar ke-tragis-annya masih belum menyamai Maracanazo 64 tahun silam, tetap saja Belo Horizonte, 8 Juli 2014 akan menjadi salah satu duri terbesar di tubuh Brasil. Bagaimana tidak? Ini adalah semi-final Piala Dunia dan mereka bertindak sebagai tuan rumahnya. Dari segi taktik, mentalitas, dan performa tim, Selecao kalah segala-galanya dari sang penakluk terbesar abad ini: Jerman.

Sandy Mariatna, jurnalis Goal Indonesia

Jerman hanya menjadi Jerman, tapi Brasil telah menjadi bubur. Der Panzer menunjukkan kelas dan kematangan yang biasa mereka mainkan. Sementara itu, Felipao tak mampu mengantisipasi absennya Thiago Silva di lini belakang, hanya menggantikannya dengan Dante tanpa ada perubahan mendasar. Sontak pertahanan tanpa greget terbentuk, mental tak mendapat sokongan cukup, dan tujuh gol bersarang. Ya, Brasil telah menjadi bubur.

Yudha Danujatmika, jurnalis Goal Indonesia

Brasil mendapat tekanan hebat karena tampil di rumah sendiri, apalagi ketiadaaan Neymar dan Thiago Silva menambah keragu-raguan mereka dalam memainkan bola. Dante tidak padu dengan Luiz, Maicon dan Marcelo juga tidak dalam kekuatan mereka. Lini tengah pasukan Felipe Luiz Scolari juga tidak hidup, kecuali di babak kedua. Fred dan Hulk tidak bisa mencari alternatif serangan. Selecao mati kutu.

Happy Susanto, Manajer admin Goal Indonesia

Bagaimana dengan analisa Anda? Apakah Brasil memang seburuk itu? Atau Jerman yang memang luar biasa? Tuangkan opini dan analisa Anda dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics