DEBAT: Tepatkah Alexis Sanchez Memimpin Lini Depan Arsenal?

Rekrutan senilai €40 juta itu sempat tampil sebagai ujung serangan saat menjalani turnamen Emirates Cup dan terlihat lebih berbahaya ketimbang Olivier Giroud.

OLEH ADHE MAKAYASA Ikuti di twitter

Sosoknya sukses menjual tiket dan membantu dalam penjualan jersey, dia juga mendominasi pemanasan Arsenal jelang musim depan - dan kini Alexis Sanchez sudah merasakan atmosfer di Emirates Stadium.

Setelah merasakan 18 menit bermain saat melawan Benfica pada Sabtu kemarin, bintang asal Cili ini dipercaya turun sejak awal dalam kekalahan 1-0 atas Monaco di Emirates Cup dan memberikan harapan selama 74 menit sebelum ia diganti pemain lain.

Manajer Arsene Wenger percaya bahwa Sanchez bisa menjadi superstar timnya, atau setidaknya bisa menyamai jejak Thierry Henry dan Robin van Persie, dan lini serang Gudang Peluru musim ini kiranya akan bertumpu pada rekrutan mahalnya itu.

Wenger sebelum ini sukses mengubah Henry dan Van Persie dari peran sebagai pemain sayap menjadi striker sentral dan percobaannya terhadap Sanchez di hari Minggu kemarin mengindikasikan bahwa ia memiliki rencana serupa.

Sanchez sendiri memainkan babak pertama untuk mendukung pergerakan Olivier Giroud di sisi kanan dari tiga penyerang sebelum kemudian berpindah ke sektor tengah setelah jeda. Sejauh ini, pria berusia 25 tahun itu memang harus bermain di tengah - bukannya Giroud - jika Arsenal berambisi mengejar trofi untuk musim ini.

Untuk pergerakan yang cepat, gaya tempo tinggi yang diinginkan Wenger, Giroud adalah pilihan yang terlalu statis dan tidak efektif di depan gawang. Wenger mengatakan kinerja buruk rekan senegaranya itu saat melawan Moanco adalah karena dia 'tidak siap' secara fisik, selagi ia yang menghabiskan paruh pertama dengan tidak sanggup mengejar bola atau terperangkap offside sebelum ditarik keluar di saat jeda.

Dengan demikian, Giroud kiranya tidak memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk dijadikan andalan sebagai ujung tombak dalam mengejar gelar. Akan tetapi, hal itu justru terdapat pada diri Sanchez, yang sukses mengemas 21 gol untuk Barcelona musim lalu dan menyumbang 15 assists di semua kompetisi.

Dikelilingi Mesut Ozil, Theo Walcott, Alex Oxlade-Chamberlain dan Santi Cazorla yang siap memberikan suplai bola, maka tak diragukan lagi Sanchez bisa menjelma menjadi seorang penyerang tengah dan mereplika kesuksesan Van Persie yang mampu mengemas 30 gol dalam kampanye musim 2011/12.

Di babak pertama saat melawan Monaco kemarin, kontribusi Sanchez terbatas di posisi sayap, terlebih dengan Giroud yang gagal untuk bergerak dinamis dan memberikan link-up guna menyajikan gaya sepakbola menyerang.

Selagi Sanchez yang terbiasa untuk mendukung pergerakan Lionel Messi di Barcelona, maka ia akan menemui sedikit kesulitan jika harus mengakomodasi seorang Giroud di London utara.

Di babak kedua, dia berani berduel dengan pemain lawan, dan secara konsisten berusaha untuk membuka lini belakang Monaco dengan kecepatan yang dimiliki dan pergerakan yang pintar.

Larinya dari posisi melebar memang lebih menghidupkan permainan, yang mana memberinya kesempatan untuk menunjukkan teknik dan trik, sekaligus mempercepat tempo Arsenal.

Dilihat dari segi manapun, Sanchez adalah tipe pemain yang sangat berbeda, tapi ia bisa sangat mematikan jika dipercaya tampil sebagai ujung serangan The Gunners.

Setujukah Anda dengan pandangan yang kami miliki? Atau Anda memiliki tanggapan pribadi? Sampaikan kepada kami dengan mengisi kolom komentar di bawah ini.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics