DEBAT: Tepatkah Atletico Madrid Bawa Pulang Fernando Torres?

Topics

Fernando Torres telah kembali ke tempat yang pernah menjadikannya raja, tapi apakah kini Atletico Madrid benar-benar membutuhkan sosoknya?

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter"Saya berharap ini bukanlah ucapan selamat tinggal, saya ingin kembali lagi ke sini. Saya berharap bisa kembali saat Atletico Madrid berada di level yang pantas tersemat dalam kebesaran mereka," itulah kata-kata yang diucapkan Fernando Torres tujuh tahun lalu, saat dirinya ditransfer ke Liverpool. Dan siapa yang bisa menebak jika pada Senin (29/12) pagi waktu Spanyol, hal itu jadi kenyataan, seturut dengan keputusan AC Milan meminjamkannya selama satu setengah tahun di Vicente Calderon. Ya, sang raja telah kembali ke istananya di ibu kota Negeri Matador.Seketika memori para suporter Atletico terlempar ke masa lalu, manakala sang pujaan hati jadi pahlawan klub untuk promosi ke La Liga Spanyol di musim 2002/03. Mereka juga tak akan pernah lupa dengan gelontoran gol Torres yang membuat Los Rojiblancos konsisten bertahan di kasta teratas, meski tanpa persembahan trofi. Total dari tujuh musim pertamanya sebagai pesepakbola profesional, Torres tampil di 244 laga bersama Atletico dengan mengemas 91 gol.Memutuskan hengkang pada Agustus 2007, Torres lantas memuncaki kariernya bersama Liverpool dan memiliki kontribusi besar terhadap sederet gelar sensasional Chelsea. Namun begitu, statusnya sebagai striker haus gol terus-menerus luntur hingga nyaris tak berkutik di Milan. Menilik fakta tersebut, perlukah kehadiran sang pemain 30 tahun dalam skuat juara La Liga Spanyol dan finalis Liga Champions musim lalu?

Gemilang bersama Liverpool, Torres melempem di Chelsea Keraguan sempat menghinggapi publik Anfield, dengan keberanian Liverpool menggelontorkan uang sebesar £20 juta plus paket gratis pahlawan Liga Champions, Luis Garcia, demi mendapatkan Torres. Tapi keraguan itu serentak dihapus dengan performa brilian yang ditunjukkan El Nino.33 gol ia berondong dari 46 penampilan di musim perdananya. Torres lantas jadi pujaan Anfield karena selalu berhasil mencetak dua digit gol di setiap musimnya. Petaka lantas datang ketika cedera otot menerpanya di musim ketiga. Performa Torres jadi tak maksimal dan kepercayaan dirinya berkurang. Namun Chelsea datang untuk "menyelamatkan" status penoreh 81 gol dari 142 laga untuk Si Merah, dengan memboyongnya sebagai pemain termahal Liga Primer Inggris, lewat banderol £50 juta.Di sinilah titik balik kemunduran karier sepakbola Torres. Ia disebut tak pernah cocok dengan gaya kepelatihan, entah itu Carlo Ancelotti, Andre Villas-Boas, Rafael Benitez, hingga Jose Mourinho. Baik itu sebagi striker tunggal, utama, pelayan, hingga sempat digeser menjadi winger. Meski turut berkontribusi mempersembahkan gelar Piala FA, Liga Europa dan Liga Champions, Torres yang dahulu tak pernah kembali lagi.Kita selalu tercengang ketika melihat statistik bahwa sosok kelahiran Fuenlabrada, hanya sanggup mencatatkan 45 gol dari 172 penampilannya untuk The Blues. "Jika kita menghitungnya kembali, harga Torres tidak sampai £50juta. Mungkin hanya sekitar £20 juta lebih sedikit," sindir Mourinho pada sang pemain termahal sepanjang sejarah Inggris Raya. Torres akhirnya dipinjamkan - dan pada prosesnya - dilepas secara gratis ke Milan pada Agustus lalu. Apakah Torres benar-benar dibutuhkan Atletico Madrid?Apa yang kemudian terjadi di San Siro sudah bisa ditebak. Lagi dan lagi, Torres jadi pesakitan, yang seakan sudah berada dalam masa pensiun. Sepuluh penampilan dicatat dan hanya sebiji gol saja yang mampu ia hasilkan, saat melawan tim promosi, Empoli.Work rate Torres memang selalu bagus, namun itu tak berarti apapun jika efektivitas yang berbuah jadi kontribusi gagal diraih. Menilik hal tersebut, wajar jika I Rossonerri memilih untuk tak lagi menggunakan jasa Si No. 9.Adalah suatu keheranan luar biasa saat Atletico memutuskan untuk kembali mengangkut Torres. Harus diakui, di luar ikatan batin yang terjalin mesra dan faktor Alessio Cerci, dari sisi teknis tak ada yang bisa membenarkan kebutuhan akan sosok Torres di Vicente Calderon.Atletico sudah memiliki striker haus gol yang mampu tampil konsisten, dalam diri Mario Mandzukic. Dan menilik skema Diego Simeone yang selalu mengutamakan kedalaman permainan, sejatinya kebutuhan akan sosok striker murni tak bisa dianggap krusial. Ketika Mandzukic absen, ia bisa dengan mudah menggantinya dengan Antoine Griezmann yang bahkan lebih memberikan kreasi di lini depan.Bisa jadi jika kedatangan Torres merupakan siasat untuk menambal kekosongan, kalau-kalau rumor mega transfer €42 juta Mandzukic ke Manchester City benar terjadi di musim dingin. Tapi mengapa harus Torres? Kenapa tidak dengan striker lain yang lebih muda, lebih ganas, dan lebih mahal, yang tentunya bisa digoda oleh tim sekelas Atletico?Pasti ada alasan dibalik itu, tapi dari apa yang dipaparkan Simeone - yang pernah dikapteni Torres semasa di Atletico - kehadiran Torres memang dirasa sebegitu pentingnya bagi The Mattress Makers. "Saya menghormati pemain saya, tapi harus diakui jika kehadiran Torres akan sangat penting artinya," tutur sang entrenador.Ungkapan El Cholo ada benarnya. Torres bisa jadi sosok paling krusial, karena mengerti betul apa artinya membela jersey kebesaran Los Colchoneros. Ia pernah merasakan pahitnya bermain dalam momen terkelam sepanjang sejarah klub, namun mampu beranjak menggapai cahaya yang menuntun Atletico sampai pada kesuksesan saat ini.Belum lagi kecintaan publik ibu kota akan sosoknya. Kepercayaan diri yang selama ini dianggap sebagai masalah utama lulusan terbaik akademi Atletico ini, bisa secara ajaib terobati. Teriakan nama Fernando 'El Nino' Torres di Calderon, tentu jadi suara yang paling ingin didengarnya lebih dari apapun dalam tujuh tahun terakhir."Saya menyerah dengan diri saya? Saya tak pernah melakukannya. Saya hanya terus bekerja keras dan melakukan yang terbaik. Sesuatu yang membuat saya terus berada di sepakbola level tertinggi bukan?" tukas Torres atas segala kritik yang lekat menerpanya.Simeone cs punya tantangan besar untuk mengembalikan kejayaan El Nino, tapi sang pemain juga harus menolong dirinya sendiri. Sukses atau gagal, mana yang kau pilih Torres?Goal Indonesia ingin mengetahui pendapat para pembaca setianya, soal kiprah Torres di Atletico Madrid di kesempatan keduanya. Sukses atau gagal? Sampaikan komentar Anda melalui kolom komentar yang tersedia di bawah ini...

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.