DEBAT TRANSFER: Yacine Brahimi, Permata Dari Aljazair

Brahimi mulai dibidik sejumlah tim papan atas Eropa, dan ini bukan hal yang mengejutkan.

Oleh Taufik Bagus
Yacine Brahimi mulai masuk dalam bidikan sejumlah klub Eropa. Tidak berlebihan bila melihat potensi yang ditunjukkannya selama turnamen Piala Dunia 2014.
Membela Aljazair, Brahimi mulai mencuri perhatian ketika laga melawan Korea Selatan. Satu gol dipersembahkannya untuk Aljazair dan memberikan kemenangan 4-2 di fase grup. Di laga terakhir melawan Rusia, Brahimi juga menciptakan satu assists pada laga yang berkesudahan 1-1.
Tapi sayangnya Brahimi gagal menunjukkan potensi dirinya lebih lama lagi. Aljazair tersingkir di 16 besar setelah disingkirkan finalis Piala Dunia 2014, Jerman. Meski demikian, tiga penampilan bersama Aljazair sudah cukup untuk mempromosikan dirinya untuk masuk ke level sepakbola yang lebih tinggi.
PROFIL. Brahimi sendiri merupakan pemain Aljazair kelahiran Prancis. Musim lalu ia membela Granada sebagai gelandang serang atau pemain sayap. Namun Brahimi tercatat sebagai pemain Rennes.

Tak sedikit yang menyebutnya sebagai pemain yang memiliki bakat secara teknis. Pelatih Rennes Frederic Antonetti bahkan menilai Brahimi sebagai kandidat kuat playmaker timnya di masa mendatang.
Pemain kelahiran 8 Februari 24 tahun silam itu memulai karirnya di sejumlah klub di daerah Ile-de-France, berlatih di ASB Montreuil dan CO Vincennois. Sementara klub profesional pertama yang dibelanya adalah Clermont Foot di divisi dua Prancis. Selama berada Clermont, Brahimi mencatat sukses individual pada musim 2009/10 dan langsung meramaikan spekulasi transfer di Prancis. Pada 2010, Brahimi akhirnya bergabung dengan Rennes, klub yang pernah dibelanya saat masih di level akademi.
Karena penampilan apiknya di level junior, Brahimi kerap mendapat panggilan membela tim nasional Prancis di level yang sama. Bahkan hingga U-21, Brahimi menjadi andalan di sektor tengah.
Namun dengan orang tua yang berasal dari Aljazair, dan peluangnya membela tim nasional Prancis yang tidak cukup besar, Brahimi akhirnya memutuskan lebih membela negara orang tuanya. Pada Februari 2013, FIFA memastikan Brahimi membela Aljazair dan debutnya di laga internasional saat melakoni kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Benin, di mana timnya berhasil diantar meraih kemenangan 3-1 kala dirinya menjadi starter.
KEMAMPUAN. Yang spesial dari Brahimi adalah keinginan menyamai prestasi dan kemampuan yang dimiliki idolanya, Zinedine Zidane. Tak salah jika kemudian gaya bermainnya menyerupai legenda hidup sepakbola Prancis itu.
Sejak masih menjalani masa kecilnya, Brahimi kerap mengikuti sepakbola jalanan. Kemampuannya sebagai pemain pun terasah dengan sendirinya.
Di usia remaja, kemampuan Brahimi semakin terasah. Ia dikenal memiliki kemampuan dribel yang sangat baik. Karena alasan itu pula akademi sepakbola Clairefontaine menariknya dan terus memainkannya di tim utama. Pemusatan latihan pemain muda Paris St Germain juga sempat mengundangnya bermain dan Brahimi sempat berada di tim yang sama dengan Mamadou Sakho. Rennes yang akhirnya merekrutnya dengan memberikan kontrak profesional.
Di Rennes, Antonetti melihat potensi yang dimilikinya. Tapi dengan persaingan ketat di internal tim, Brahimi akhirnya dikirim ke klub lain untuk mengembangkan kemampuannya. Clermont Foot menjadi tim di mana ia bisa mengembangkan kemampuan dribel, ditambah kualitas passing dan menahan bola. Karena itulah Brahimi lebih efektif dimainkan sebagai gelandang serang, penyerang lubang atau pemain sayap dengan karakter menyerang.
Hanya saja, harus diakui Brahimi tidak memiliki karakter yang menguntungkan saat bertahan. Rata-rata duel area Brahimi berakhir dengan kekalahan.
PREDIKSI. Sejumlah klub tertarik untuk memboyongnya di bursa transfer musim panas ini. Bukan hanya karena penampilan mengesankan di Brasil bersama Aljazair, tapi juga kualitas yang ditunjukkannya saat membela Granada di La Liga Spanyol musim lalu.
Brahimi sendiri sudah menyatakan kesiapannya bermain di klub dan kompetisi yang lebih besar dibanding Rennes, Granada dan Ligue 1 Prancis. Liga Primer Inggris menjadi bidikannya.
Gayung bersambut, Tottenham, Aston Villa dan Everton disebut-sebut tertarik untuk bisa mendapatkannya. Namun untuk bisa menggaetnya, setidaknya fee transfer sebesar lima juta poundsterling harus disiapkan. Terbilang murah bila melihat potensi yang dimiliki Brahimi.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics