Debut Manis & Getir Marinus Maryanto Wanewar

Marinus yang terpukul dengan selebrasi golnya berjanji tampil lebih baik di laga berikutnya.

Gelandang muda Persipura Jayapura Marinus Maryanto Wanemar menjalani debut manis sekaligus getir ketika mengalahkan Bhayangkara Surabaya United 2-1 Stadion Gelora Delta Sidoarjo dua hari lalu.

Marinus tampil sebagai starter dalam debut pelatih Angel Alfredo Vera bersama Persipura. Bukan itu saja, Marinus pun membuka keunggulan pada menit ke-52. Namun ia terpaksa diusir keluar lapangan, karena melakukan selebrasi dengan melepas kostumnya, sehingga diganjar kartu kuning kedua.

Pemain berusia 19 tahun ini mengaku terlalu gembira melakukan selebrasi setelah menerima umpan dari pemain idolanya, Boaz Solossa, sehingga tak menyadari sebelumnya sudah menerima kartu kuning.

“Waktu selebrasi saya sudah tidak ingat pernah dapat kartu kuning. Tidak memikirkan akan dapat kartu merah. Saya terlalu senang mendapat bola dari kakak Boaz untuk mencetak gol,” ungkap Marinus di kompleks wisata Agro Kusuma, Batu.

“Senang sekali karena bisa bermain pertama kali, dan juga cetak gol. Saya sempat merasa takut, tetapi saya bermain dengan kakak Boaz, dan saya percaya bisa mencetak gol.”

Marinus merasa mendapat ‘pukulan’ setelah Ricardo Salampessy memarahinya sesaat ia mendapatkan kartu merah. Pengagum Robinho ini mengakui masih mempunyai banyak kekurangan,  dan berjanji akan terus memberikan yang terbaik saat kembali dipercaya di pertandingan lainnya.

“Saya senang sekali pelatih bisa memberikan kepercayaan pertama kali untuk bermain, saya bangga sekali. Pelatih hanya meminta saya untuk fokus sebelum pertandingan, bagaimana bermain dengan baik, terus konsentrasi. Saya ingin lebih baik lagi saat kembali mendapat kesempatan,” jelasnya.

Marinus sempat dilirik salah satu klub Yunani saat bermain di sebuah turnamen di Belanda musim lalu. Saat itu, bersama rekan-rekannya seperti Yan Piet Nasadit dan Reinhard Sokoy, mereka berhasil meraih gelar juara.

Di turnamen tersebut, Marinus menorehkan prestasi tersendiri dengan menjadi topskor setelah melesakkan sembilan gol dari 11 pertandingan, sehingga mendapat kesempatan berlatih di FC De Bosch, klub pertama Ruud Van Nistelrooy. (gk-62)

Topics