Dejan Antonic Fokus Hadapi Dua Laga Sisa

Topics

Dejan kini fokus memulihkan kebugaran para pemain agar siap menjalani dua laga tandang menentukan.

LIPUTAN RIZKAART CENDRADIPUTRA DARI BANDUNG Pelatih Pelita Bandung Raya Dejan Antonic langsung mengalihkan fokus menghadapi dua pertandingan sisa putaran dua fase grup Indonesia Super League (ISL) 2014 demi mendapatkan tiket ke delapan besar.

Kemenangan telak 3-0 atas Persijap Jepara makin membuka peluang PBR untuk masuk empat besar klasemen wilayah barat. The Boys Are Back kini hanya berselisih dua angka dari peringkat empat Persija Jakarta. Namun, Persija tinggal menyisakan satu laga, sedangkan PBR masih memiliki dua pertandingan sisa.

Dejan menyatakan, ia kini fokus mempersiapkan timnya menghadapi laga away kontra Sriwijaya FC dan Persita Tangerang awal bulan depan. Dejan menegaskan, dua laga tersebut seperti final untuk meraih asa ke empat besar.

“Kini kita fokus recovery sebelum menghadapi dua partai sulit yang menentukan. Sriwijaya tim yang besar, dan Persita pasti tetap fighting untuk lolos degradasi. Kami akan tetap berjuang untuk masuk empat besar, karena kesempatan ke sana masih ada,” kata Dejan.

Dejan mensyukuri kemenangan yang diraih anak asuhnya atas Persijap, dan dianggap sebagai modal menghadapi dua laga tandang. Meski demikian Dejan juga menyoroti kegagalan timnya dalam mencetak gol di awal laga.

“Terkadang sepakbola seperti itu, kamu banyak peluang lalu lawan masuk satu gol, dan kamu mati. Kamu bisa lihat ada beberapa pemain yang tampak gugup. Kita punya banyak kesempatan, namun tidak bisa cetak gol cepat. Mereka mulai sedikit panik setelah penalti Bambang [Pamungkas] tidak masuk. Harga yang besar sekali tiga poin ini,” tutur Dejan.

Dalam laga kemarin, Dejan kembali menyoroti kinerja wasit yang memimpin pertandingan. Kali ini mengenai kartu merah yang diterima Wildansyah, karena dianggap melakukan handsball dengan sengaja. Menurut Dejan, faktor non teknis seperti itu sudah sering ia rasakan sejak kompetisi ISL bergulir.

“Kalau kartu kuning saya terima, tapi kartu merah itu berlebihan. Namun saya sudah biasa untuk itu. Saya minta maaf, sejak kita mulai liga sampai sekarang kita sering ada problem, saya tidak tahu kenapa. Padahal kita main jujur, dan bersih. Sportivitas dan fair play itu penting sekali,” cetus Dejan. (gk-61) addCustomPlayer('o0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', '', '', 620, 540, 'perfo0nj4a7l8zom1cxl39osncdku', 'eplayer4', {age:1407083524494});

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.