Dejan Lovren: Badan Saya Masih Di Southampton, Tapi Pikiran Sudah Di Liverpool

Bek Kroasia ini menumpahkan rasa kecewanya setelah Southampton enggan melepasnya ke Liverpool seharga £20 juta.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Dejan Lovren mengaku frustrasi setelah Southampton menolak tawaran Liverpool sebesar £20 juta untuk menggaetnya. Lovren pun merasa jika pikirannya saat ini sudah berada di Anfield dan mengaku sudah tak punya alasan lagi untuk bertahan bersama The Saints.
Bek sentral asal Kroasia itu memang tengah menjadi properti panas pada bursa transfer musim panas ini setelah tampil gemilang dalam musim pertamanya di St Mary’s Stadium menyusul kepindahannya dari Lyon seharga £9 juta pada tahun lalu. Liverpool dan Arsenal dikabarkan sudah menawarnya, namun Lovren menyayangkan sikap Southampton yang masih menahannya.
“Liverpool telah menawar saya, namun Southampton tidak memberitahu saya. Itu tindakan yang tidak benar. Saya kecewa dan menyadari bahwa sudah tidak ada alasan lagi bagi saya untuk bertahan di Southampton. Untuk saat ini, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan dan saya tidak menyukainya,” ujarnya kepada Sportske Novosti.
“Sungguh tak bisa dipercaya bahwa beberapa hari yang lalu saya mendapat tawaran £20 juta. Saat itu pagi hari dan pada sore hari saya menyadari bahwa klub bersikeras bahwa saya tidak dijual. Sejujurnya, pikiran saya sudah berada di Liverpool.”
"Liverpool adalah salah satu klub terbesar di dunia. Hanya Real Madrid yang mampu menyamai jumlah fans Liverpool. Terakhir kali saya bermain di Anfield, tubuh saya merinding ketika mendengar ‘You’ll Never Walk Alone’. Saya ingin mendengarnya sepanjang waktu. Southampton ingin menjual saya £25 juta, tapi saya rasa hal itu sulit terwujud,” tambah bek berusia 25 tahun ini.
Lovren juga menuduh Southampton sudah tidak punya ambisi lagi untuk mencapai target tinggi, menyusul kepergian pemain bintang mereka seperti Luke Shaw, Adam Lallana, Rickie Lambert, hingga manajer Mauricio Pochettino. Lovren pun merasa dikecewakan oleh Southampton.
“Ketika saya memutuskan ke Southamtpon, banyak orang terkejut, tapi saya menyadari bahwa orang-orang di sini punya ambisi besar. Mereka memiliki tim yang sangat bagus, mampu membeli [Dani] Osvaldo dan [Victor] Wanyama, dan bertujuan menembus tiket Eropa, setidaknya Liga Europa. Namun setelah chairman [Nicola Cortese] dan Pochettino pergi pada April lalu, saya merasa hal-hal tersebut telah runtuh,” pungkasnya.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics