Delapan Manajer Inggris Terindikasi Korupsi

Setelah pemecatan Sam Allardyce dari jabatannya sebagai pelatih Inggris, kasus korupsi manajer Inggris terkait kepemilikan pemain oleh pihak ketiga terus memanas.

Selasa (27/9), media terkemuka Inggris, The Telegraph, menduga bahwa ada delapan manajer atau mantan manajer di Liga Primer Inggris, yang menerima pembayaran ilegal atau "uang pelicin" dari bagian transfer pemain oleh pihak ketiga.

The Telegraph mengklaim telah menemukan bukti korupsi dalam sepakbola Inggris. Informasi ini didapat dari Pino Pagliara, yang mendapat sanksi berat dilarang berkecimpung di dunia sepakbola selama lima tahun pada 2005 silam.

Agen asal Italia yang juga merupakan mitra bisnis dari Dax Price beserta dua agen lainnya yang tak diungkap namanya, mengungkapkan hal itu dalam sebuah pertemuan dengan jurnalis The Telegraph yang menyamar.

Bagian terbaru dari hasil investigasi The Telegraph muncul dua jam, setelah FA resmi memecat Sam Allardyce dari jabatannya sebagai pelatih timnas Inggris.  Seperti diketahui, Big Sam sempat mengaku bahwa dirinya bisa mengakali aturan soal kepemilikian pemain oleh pihak ketiga, di mana hal tersebut jelas ilegal.

Dalam video yang dilansir The Telegraph, terungkap bahwa ada delapan manajer Inggris -- yang belum bisa dikonfirmasi namanya -- telah melakukan praktik korupsi soal pembelian pemain oleh pihak ketiga. Kesemuanya diungkap oleh Pagliara dengan ciri-ciri yang spesifik.