Desain Jersey Arema Cronus Demi Kepentingan Bisnis

Peluncuran jersey Singo Edan dilakukan lebih sederhana dibandingkan sebelumnya.

LIPUTAN AHSANI TAKWIM DARI MALANG Ikuti di twitter

Manajemen Arema Cronus mengungkapkan, motif jersey mereka di Indonesia Super League (ISL) 2015 lebih mengedepankan kepentingan bisnis. Arema telah merilis jersey anyar mereka saat launching tim kemarin di Stadion Kanjuruhan.
Untuk jersey kandang, Arema memilih kombinasi warna biru dan kuning dengan motif seperti papan catur. Motif serupa dengan kombinasi merah dan oranye juga digunakan untuk jersey away. Sedangkan kersey ketiga kombinasi warna merah dan biru. Sementara untuk kiper, Arema memilih warna merah muda, kuning dan oranye.
Kostum kandang Arema dinilai meniru jersey tandang Parma di musim 2013/14. Ketika ditanya mengenai hal ini, media officer Arema Sudarmaji santai menanggapi tudingan miring yang dialamatkan terhadap motif jersey Singo Edan.
“Soal desain orang boleh melakukan interpretasi. Namun, kami sendiri menggunakan desain itu murni karena kepentingan bisnis. Jadi tidak masalah anggapan orang lain, apa pun itu,” jawab Sudarmaji.
Sementara itu, ribuan Aremania sudah sejak pagi hari memenuhi kawasan Stadion Kanjuruhan menanti pengenalan tim dan jersey. Dalam kegiatan itu, diwarnai lomba tarik tambang hingga balap sandal kayu.
Dibandingkan sebelumnya, konsep launching tim dan jersey kali ini terlihat sederhana. Tidak ada lagi konser musik, atau pun hiburan lain. Manajemen hanya menggelar laga uji coba melawan Persepam Madura Utama yang dimenangi Arema dengan skor 3-1.
“Perjalanan Arema ke depan tetap tidak mudah, sehingga tujuan launching adalah membuat suporter dan tim tetap bersatu, sehingga dengan soliditas elemen tim akan membuat Arema mengulang sukses untuk menjadi juara kembali," kata salah satu pendiri Arema Ovan Tobing.
Sedangkan presiden Arema yang juga bupati Malang Rendra Kresna mengatakan, Singo Edan merupakan pemersatu masyarakat di Malang Raya, sehingga kehadiran tim akan membuat situasi dan kondisi wilayah tersebut tetap kondusif.
“Arema adalah perekat kebersamaan di Malang. Eksistensinya harus terus dipertahankan. Salah satunya adalah dukungan pengusaha yang ada di kota Malang untuk ikut memberikan bantuan kepada Arema,” kata Rendra. (gk-48)

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.