Dick Advocaat Tinggalkan Sunderland

Pria Belanda ini menolak memperpanjang kontraknya di Stadium of Light setelah memenuhi target selamat dari degradasi.

Dick Advocaat memutuskan meletakkan jabatannya sebagai manajer Sunderland setelah berhasil mencapai target menyelamatkan klub dari ancaman degradasi dari Liga Primer Inggris.

Pada Maret lalu, pria Belanda itu dikontrak jangka pendek sampai akhir musim untuk menggantikan Gus Poyet dan mengusung misi mempertahankan The Black Cats di kasta teratas Inggris.

Sasaran itu dipastikan dipenuhi sepekan sebelum musim berakhir berkat hasil imbang tanpa gol melawan tuan rumah Arsenal. Kekalahan 3-1 kontra sang juara Chelsea di Stamford Bridge pada laga pamungkas, Minggu (24/5) lalu, tak berpengaruh untuk Sunderland yang akhirnya finis di posisi 16.

Puas dengan kinerja Advocaat, Sunderland berniat memperpanjang masa kontraknya di Stadium of Light, namun ia menolak dan memutuskan pensiun dari manajemen di level klub.

"Pada momen-momen tertentu dalam kehidupan, Anda harus membuat keputusan dan saya hampir 68 tahun. Sejumlah klub telah mengontak saya tapi keputusannya selalu antara Sunderland atau tidak sama sekali," katanya di laman resmi klub.

"Saya ingin berterima kasih kepada sang chairman [Ellis Short], Lee [Congerton], staf, dan tentu saja fans. Kami memberikan segalanya dalam periode kami di sini dan mencapai target yang ditetapkan untuk kami."

"Sunderland telah menjadi salah satu highlight dalam karier saya."

Advocaat telah menangani nyaris 20 tim dalam riwayat kepelatihannya yang berjalan lebih dari 28 tahun. Saat menggantikan Poyet, ia tercatat sebagai manajer tertua dalam sejarah Sunderland.