Didik Ludiyanto Akui Persela Lamongan Masih Banyak Kekurangan

Sementara itu, Hendri Susilo menyebut satu gol yang bersarang di gawang Sriwijaya lantaran pemain sudah lelah.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG
Persela Lamongan harus menerima kenyataan pahit takluk dari Sriwijaya FC, skor 2-1, pada laga semi-final Piala SCM 2015 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (25/1) malam. Usai laga, pelatih caretaker Persela, Didik Ludiyanto mengucapkan selamat kepada Sriwijaya FC yang lolos ke final.
"Dua gol SFC murni kesalahan kita sendiri. Ini menjadi pembelajaran untuk ke depan, karena memang ajang ini menjadi uji coba buat kami sekaligus menyeleksi beberapa pemain sebelum kompetisi ISL," kata Didik.
Terkait pemain asing anyarnya, David Pagbe, yang melakukan blunder sehingga menyebabkan gol pertama Sriwijaya yang dicetak Ferdinand Sinaga, Didik memberikan pendapatnya.
"Semua masih banyak kurangnya, termasuk Pagbe. Anak-anak seringkali kehilangan bola, transisi juga kurang bagus," pungkasnya.
Sementara itu, asisten pelatih Sriwijaya, Hendri Susilo, mengatakan pihaknya mengapresiasi apa yang telah ditunjukkan anak asuhnya. Meskipun sebenarnya, Sriwijaya bisa saja menang dengan banyak gol.
"Memang kita banyak peluang, tapi semua tidak jadi gol. Kita tahu Sriwijaya 99 persen rata-rata pemain baru. Artinya mereka butuh kerja sama lagi, tapi hasil ini luar biasa," kata Hendri.
"Bisa dilihat sendiri, anak-anak sudah kerja keras. Ini perlu diapresiasi. Kalau satu gol Persela tadi mungkin karena pemain sudah lelah," kilahnya.
Sementara itu, penyerang Sriwijaya, Titus Bonai, menambahkan dirinya bersyukur bisa mencetak satu gol dan memastikan SFC melaju ke babak final.
"Gol ini saya persembahkan buat istri dan anak saya yang akan datang ke Palembang besok," ucap Tibo, sapaan akrab Titus Bonai.(gk-55)

//

>
RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.