Digaji 25 Persen, Sengbah Kennedy Pasrah

Pemain asal Liberia ini hanya berharap agar kisruh antara PSSI dan Kemenpora cepat berakhir.

Pemain asing Arema Cronus asal Liberia Sengbah Kennedy mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan keputusan manajemen yang hanya akan menggaji pemain sebesar 25 persen dari nilai sebelumnya.

Sebelumnya, CEO Arema Iwan Budianto menyatakan, kontrak pemain telah berakhir pada 2 Mei usai Indonesia Super League (ISL) 2015 dinyatakan berakhir. Pemain pun selanjutnya akan menerima gaji sebesar 25 persen dari nilai sebelumnya untuk memperkuat Arema di turnamen Championship Cup yang digulirkan PT Liga Indonesia.

“Tidak ada pilihan lain soal itu [pemangkasan gaji dan pemutusan kontrak]. Semua tidak masalah, karena tidak ada pilihan lainnya,” ujar Sengbah.

Sengbah hanya berharap agar perseteruan PSSI dengan kementerian pemuda dan olahraga (Kemenpora) bisa diakhiri. Sebab, ia menilai perseteruan itu memberikan dampak besar kepada pemain.

“Sebagai pemain saya ingin masalah ini cepat selesai, karena ini sangat mengganggu aktivitas kami sebagai pemain bola,” kata pemain berusia 22 tahun itu.

Kehadiran Sengbah dalam latihan Arema kemarin mementahkan spekulasi yang menyebutkan legiun asing Singo Edan akan berkarir di negara lain. Sengbah mengaku ia tidak hadir di latihan sebelumnya akibat menderita cedera.

“Saya menjalani penyembuhan cedera tangan. Saya masih pemain Arema, dan untuk bermain di klub lain, misalnya di luar Indonesia, juga tidak mungkin, karena transfer para pemain sudah ditutup,” tukasnya. (gk-48)