Dijamu Barito Putera, Subangkit Modifikasi Pertahanan

Subangkit akan menjadikan dua gelandang bertahan sebagai pemain belakang untuk menutup rongga akibat cedera dan akumulasi kartu.

LIPUTAN MUHAMMAD IQBAL DARI PALEMBANG

Pelatih Sriwijaya FC Subangkit harus memodifikasi barisan pertahanan agar tak mudah ditembus pasukan penyerang Barito Putera ketika kedua tim saling berhadapan akhir pekan ini.

Di laga nanti, Sriwijaya FC dipastikan kehilangan Ahmad Sumardi akibat kartu merah yang diterimanya saat menghadapi Persita Tangerang. Hal itu memperpanjang krisis di lini belakang Laskar Wong Kito.

Hingga saat ini, Erol Iba dan M Hamzah masih bergelut dengan cedera, dan belum dapat dipastikan bisa dimainkan. Dengan demikian, lini belakang hanya menyisakan Abdoulaye Maiga, Firdaus Ramadhan dan Jecky Arisandi. Meski demikian, Subangkit tak kehilangan akal untuk menutup rongga di tembok pertahanan.

“Kita masih ada Septarianto dan Hafit [Ibrahim] yang bisa dimainkan sebagai bek kanan. Meski mereka gelandang bertahan, mereka bisa mengisi posisi itu. Karena dalam latihan, mereka juga dilatih bermain sebagai bek,” kata Subangkit.

Untuk menurunkan Septa, Subangkit sepertinya belum bisa memastikan, karena masih akan melihat terlebih dahulu kondisi terakhir pemainnya yang cedera seperti Erol dan Hamzah.

“Kita lihat dulu perkembangan Erol dan Hamzah dalam beberapa hari ini. Mungkin saja mereka sembuh, dan dapat dimainkan," ungkapnya.

Sementara itu, manajer Sriwijaya FC Robert Heri mengungkapkan, di balik absennya beberapa pemain belakang, ada hikmah bagi pemain lainnya. Sejak bergabung bersama Sriwijaya FC, Septarianto belum mendapat kesempatan menjalani debutnya.

“Mungkin hikmahnya, buat Septa sendiri ini kesempatan dia main untuk membuktikan kualitasnya. Untuk tim, jelas sedikit banyak Septa bisa mengetahui kekuatan tim Barito khususnya lini depan, karena dia juga mantan pemain Barito,” ucap Robert.

Mengenai kartu merah yang diterima Sumardi, Robert kembali memperingatkan seluruh pemain agar selalu berhati-hati, dan meminimalisir pelanggaran di setiap pertandingan. Sejauh ini, Sumardi menjadi pemain paling banyak mengoleksi kartu merah, yakni dua. Namun, Robert tak serta merta menyalahkan sang pemain.

“Inikan insidentil. Pemain pastinya tidak mau mendapat kartu, apalagi merah. Yang jelas kita akan selalu mengingatkan pemain agar lebih hati-hati lagi di pertandingan selanjutnya,” pungkas pria yang juga sebagai Komisaris PT Bukit Asam itu. (gk-55)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.