Ditinggal Pemain Pilar, Pelatih Persijap Jepara Pasrah

Yudi Suryata tidak bisa berbuat apapun melihat para pemain meninggalkan Laskar Kalinyamat.

LIPUTAN AURELIUS BALAKOSA DARI JEPARA

Pelatih Persijap Jepara Yudi Suryata mengaku tidak bisa berbuat apa-apa menyusul keputusan dua pemain inti Anam Syahrul Fitrianto dan Ahmad Nufiandani yang pindah ke PSIS Semarang.

Kepindahan Anam dan Dani, sapaan akrab Nufiandani, tentu saja mengejutkan pendukung Persijap. Keduanya merupakan pemain andalan di lini belakang dan tengah. Dani yang biasa beroperasi mengisi pos tengah adalah kekuatan sentral bagi Laskar Kalinyamat.

Sementara, Anam Syahrul adalah wakil kapten dari Evaldo Silva. Bisa dikatakan, Persijap hancur lebur di putaran kedua. Mundurnya manajer umum M Said Basalamah menambah pukulan telak bagi pendukung tim Jateng yang satu-satunya berlaga di ISL tersebut.

Yudi seakan kehabisan kata-kata menghadapi situasi ini. Yudi mengatakan, Persijap butuh penanganan khusus, dan dukungan dari semua kalangan.

“Sangat mengecewakan. Situasi makin kritis sepeninggal Basalamah. Kami ibarat anak ayam kehilangan induk. Kemungkinan ada janji yang meleset, sehingga pemain sudah ogah-ogahan mendukung tim,” keluh Yudi.

Yudi mengungkapkan, kondisi kritis Persijap bisa dilihat menjelang laga melawan Barito Putera beberapa waktu lalu di Stadion Gelora Bumi Kartini. Saat itu, pemain Persijap hampir melakukan aksi mogok main.

“Pukul 15.00 sebelum lawan Barito, tidak ada pemain yang mau main. Setelah dibujuk, akhirnya ada 13 pemain yang siap berlaga. Ini kan hal yang sangat ironis,” cetusnya.

Menanggapi beberapa pilar tim yang pindah, Yudi tidak bisa berkomentar banyak, dan mengatakan: “Itu pilihan pemain, saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi.” (gk-18)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.